Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mahasiswa KKN IPB University Sulap Galon Bekas Jadi Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Cikondang

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 20 Januari 2025 | 19:04 WIB

Mahasiswa KKN IPB University Sulap Galon Bekas Jadi Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Cikondang
Mahasiswa KKN IPB University Sulap Galon Bekas Jadi Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Cikondang

RADAR BOGOR - Mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan KKN di Desa Cikondang telah melaksanakan penyediaan tempat pemilahan sampah sederhana yang disebar di 17 titik di seluruh wilayah desa (20/01/2025).

Upaya ini ditujukan mahasiswa IPB University dalam KKN, untuk mendorong konsep pengelolaan sampah yaitu separation at source atau pemisahan antara sampah organik dengan anorganik, dimulai dari sumbernya (rumah tangga) di Desa Cikondang.

Selain itu, KKN mahasiswa IPB University di Desa Cikondang ini juga bertujuan mengurangi pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya dan mendorong masyarakat agar lebih peduli akan pentingnya pemilahan sampah dengan memanfaatkan galon bekas berukuran 15 liter.

Baca Juga: Tak Semua Orang Berhak Jadi Penerima Bansos, 4 Syarat Ini Harus Dipenuhi KPM Bantuan di Tahun 2025

Galon bekas yang tidak terpakai merupakan salah satu contoh dari sampah plastik yang banyak ditemukan dan cukup kuat untuk digunakan sebagai tempat sampah.

"Setelah mengamati kondisi persampahan di Desa Cikondang yang tidak memiliki tempat sampah yang memilah antara organik dengan anorganik, kami berinisiatif memanfaatkan galon bekas sebagai tempat sampah sebagai fasilitas pemilahan sampah yang diharapkan dapat menjadi langkah awal penyediaan fasilitas pengelolaan sampah di Desa Cikondang," ucap Raihan Ramadhani, Koordinator Desa KKN-TI Desa Cikondang. 

Pembuatan tempat sampah dari galon bekas ini diawali dengan mengumpulkan galon bekasyang didapat dari bekas penggunaan warga. Kemudian dimodifikasi menjadi tempat sampah dengan cara dipotong sebagian pada bagian atasnya, serta dicat untuk memberikan tampilanyang menarik.

Baca Juga: Update Data Terbaru Penerima Bansos di Website Cek Bansos, Pastikan NIK Valid untuk Pencairan PKH dan BPNT

Pada proses pembuatan tempat sampah, anak–anak dari Desa Cikondang juga turut dilibatkan dalam proses menghias tempat sampah, terakhir dibuat juga penyangga dari kayu agar tempat sampah berdiri kokoh.

Tempat sampah diletakkan di titik-titik yang sudah ditentukan di wilayah Desa Cikondang sembari melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara door-to-door.

“Saya harap sosialisasi ini menjadi awal dari pengelolaan limbah di Desa Cikondang,” ucap Yusuf Sofyan, Kepala Desa Cikondang.

Baca Juga: Sebentar Lagi Ada Perayaan Cap Go Meh di Bogor, Yuk Simak Pengertiannya

Penyediaan tempat sampah ini juga merupakan bagian dari program pengelolaan limbah rumah tangga pada Desa Cikondang untuk memilah sampah organik dan anorganik.

Sampah anorganik yang sudah dipilah dapat dimanfaatkan dengan cara dijual kembali maupun didaur ulang secara mandiri, sedangkan sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan larva BSF (Black Soldier Fly).

Sisa limbah organik yang telah diurai oleh larva dapat dijadikan kompos sebagai pupuk, sedangkan larva BSF yang sudah mencapai fase pra-pupa dapat dijadikan sumber protein untuk pakan hewan ternak ataupun dibudidaya kembali menjadi lalat BSF.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kkn #desa cikondang #ipb university