Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bangunan SD Negeri Peninggalan Zaman Inpres Banyak Ditemukan di Kota Bogor, Disdik Sisihkan Anggaran Rp5,3 Miliar Untuk Pemeliharaan

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 22 Januari 2025 | 12:29 WIB

 

Tampak depan gedung SDN Gang Aut Bogor yang jadi salah satu lokasi realisasi program perbaikan sekolah 2025.
Tampak depan gedung SDN Gang Aut Bogor yang jadi salah satu lokasi realisasi program perbaikan sekolah 2025.

RADAR BOGOR - Bangunan SD Negeri peninggalan zaman Inpres (Intruksi Presiden) rupanya masih banyak berdiri di Kota Bogor. Kondisi itupun diakui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Meski tidak mengatakan jumlah pasti, Sekretaris Disdik Kota Bogor, Hendres Dwi Nugroho menyebut bahwa bangunan SD Negeri di kota hujan didominasi peninggalan Inpres.

“Bangunan SD Negeri di kami itu total ada 209, dan didominasi oleh bangunan lama, termasuk peninggalan zaman Inpres,” tutur Hendres saat dikonfirmasi Radar Bogor.

Oleh karenanya, Hendres mengatakan bangunan-bangunan SD Negeri tersebut mesti ada pemeliharaan rutin untuk menjaga keamanan siswa saat melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Sehingga dirinya mengklaim bahwa Disdik Kota Bogor sendiri sudah menyisihkan anggaran yang dikhususkan untuk pemeliharaan bangunan SD tersebut.

“Ada Rp5,3 miliar untuk pemeliharaan rutin dan perbaikan bangunan SD, namanya kita punya rumah lama pasti ada aja yang kurang-kurang,” ucapnya, Rabu (22/1/2025).

Tidak hanya itu, diketahui bahwa Disdik sendiri sedang membentuk tim ahli guna menunjang kelayakan Sarana dan Prasarana (Sarpas) sekolah tersebut.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpas) Dinas Pendidikan Kota Bogor Ari Syarifudin mengutarakan, tim ahli itu diisi oleh para konsultan yang memang ahli dibidang tersebut.

“Kita nanti bakal bentuk tim bersama konsultan, karena kalau kami sendiri bakal terus kewalahan, mereka akan kita hayer, justifikasinya dari mereka langsung,” tutur Ari.

Untuk teknis kerjanya, Ari menjelaskan tim ahli ini bakal turun kesekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor, untuk mendata secara langsung Sarpas yang harus dengan segera di intervensi oleh pemerintah.

Sehingga, kata Ari, melalui data yang didapatkan dari tim ahli tersebut, Pemkot Bogor sendiri bisa menentukan skala prioritas yang harus diperbaiki.

“Iya mereka nanti survey rutin, karena kalau laporan dari sekolah kan sifatnya subjektif yah, kita rencanakan sperti itu, mudah mudahan secara anggaran nanti aman,” pungkasnya. (rp1)

TERENDAM: Sawah terendam banjir, petani terpaksa menggeser masa tanam padi.
TERENDAM: Sawah terendam banjir, petani terpaksa menggeser masa tanam padi.
Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #sd negeri #disdik