RADAR BOGOR - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) kembali menggelar diskusi bertajuk Food and Agriculture Summit di IPB Internasional Convention Center (IICC) Mal Botani Square pada Kamis (23/1/2025).
Pada Food and Agriculture ke IV kali ini, HA IPB mengangkat tema Penguatan Ekosistem Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum HA IPB, Walneg S Jas menjelaskan diskusi ini bertujuan untuk membedah program MBG yang menjadi prioritas Pemerintah Republik Indonesia yang sudsh berjalan sekira 3 pekan terakhir.
"Program ini dibedah secara ekosistem implementasi. Dari hulu hingga ke hilirnya. Mulai dari supply bahan baku, karena kita ketahui kalau program ini tidak boleh dijalankan oleh pihak swasta besar dan bukan sentralisasi," ujarnya kepada Radar Bogor.
HA IPB juga menguliti aspek quality control hingga implementasi pelaksanaan program ini. Seperti yang diketahui, terdapat kasus keracunan yang terjadi pada salah satu sekolah penerima MBG.
Walneg menyebut, dalam kesempatan itu pihaknya juga membahas soal urusan konflik perubahan budaya yang bersinggungan dalam Pelaksnaaan program MBG.
Misalnya berkaitan dengan kebiasaan anak yang tidak sarapan di waktu pagi dan kebiasaan jajan yang tidak bisa dihilangkan pada diri anak.
"Akhir dari acara ini, kami memberikan rekomendasi pada BGN secara terbuka dan dengan bersurat hal-hal apa saja yang mesti dilakukan ke depan dalam penyelenggaraan MBG," terang Walneg.
Salah satunya, Walneg mendorong Pemerintah melibatkan Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE IPB) untuk menangani segala potensi konflik pada program MBG.
"Kami hadirkan ahli resolusi konflik yang ada di IPB. Untuk berkontribusi pada potensi konflik dalam MBG misalnya mengenai tantangan anak yang tidak mau makan, soal gesekan antara pemasok bahan baku, internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun keluhan dari kantin sekolah," beber dia.
Helaran Food and Agriculture Summit IV mengenai penguatan ekosistem implementasi MBG ini disebut Walneg tidak akan berhenti pada hari ini melainkan akan terus berlanjut ke depan.(Fat)