Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tiga Guru Besar IPB Pra Orasi Ilmiah: Bahas Geokimiawi Logam Berat, Big Data, hingga Inovasi Agribisnis

Reka Faturachman • Kamis, 23 Januari 2025 | 17:49 WIB
Pra orasi ilmiah tiga guru besar IPB University.
Pra orasi ilmiah tiga guru besar IPB University.

RADAR BOGOR - Tiga guru besar Institut Pertanian bogor (IPB) University menggelar Pra Orasi Ilmiah secara online pada Kamis (23/1/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Prof. Tri Prartono dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Anang Kurnia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Prof Bayu Krisnamurthi dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Dalam orasi ilmiahnya Tri Pratono menyampaikan soal peran geokimiawi logam berat sedimen dalam menilai kesehatan laut Indonesia.

Secara keseluruhan ia mengatakan bahwa partisi Geokimiawi mampu memberikan informasi spesifik mengenai sumber logam berat (alami atau aktivitas manusia) dan potensi mudah atau tidaknya logam diserap oleh organisme.

"Kedua, partisi geokimiawi logam berat di sedimen memberikan alat penilaian yang kuat untuk memahami kualitas lingkungan laut," imbuhnya.

Pada ujung orasinya ia merekomendasikan agar dilakukan integrasi analisis geokimia logam berat dalam penentuan kebijakan baku mutu lingkungan laut nasional. Serta peningkatan monitoring logam berat di kawasan pesisir dengan teknologi berbasis Artificial Intelegence (AI) untuk deteksi dini.

Kemudian Anang Kurnia menyampaikan orasi ilmiah tentang kajiannya mengenai Big Data dan Small Area Estimation (SAE).

"Beberapa hasil penting utama berdasarkan kajian kami yang perlu ditekankan adalah, pertama SAE mampu menghasilkan statistik yang memiliki akurasi baik untuk sub-domain yang menjadi perhatian walaupun ukuran contoh yang tersedia kecil atau bahkan nir-contoh," ujar Anang.

Kedua, Big data dapat meningkatkan akurasi prediksi untuk model statistik yang dikembangkan. Bahkan dalam konteks Kerangka Sampel Area (KSA) berpotensi dapat mengurangi frekuensi survei langsung ke lapangan.

Dalam konteks Produk Domestik Bruto (PDB) ia menyebut, dapat memberikan prediksi awal tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dengan cepat.

"Ketiga, big data berpotensi besar sebagai sumber peubah penyerta dalam konteks SAE pengganti survei, bahkan sebagai dasar dalam pengembangan model SAE baru," ungkap dia.

Sementara itu, Prof Bayu Krisnamurthi dalam orasi ilmiah ini memaparkan kajian soal inovasi kebijakan agribisnis menuju Indonesia Emas 2045.

Pada orasi itu ia menyarankan beberapa hal kunci inovasi kebijakan inovatif. Pertama yakni soal gagasanhilirisasi yang menurutnya butuh huluisasi. Yakni pengembangan dan pembangunan sektor pertanian menghasil bahan baku bagi industri hilir.

Ia juga berpendapat diperlukannya pemahaman yang baik dan komprehensif atas perkembangan selera dan ‘sofistikasi’ permintaan konsumen produk hilir.

"Lalu diperlukan juga keterlibatan dan investasi pelaku usaha yang memadai, mulai dari petani, UKM pangan pertanian, hingga agroindustri besar. Serta peran pemerintah sebagai fasilitator (enabler) yang dapat membuat pelaku usaha berkembang dalam kegiatan hilir pangan pertanian tersebut," ujarnya.

Sementara itu sidang terbuka IPB dengan acara khusus Orasi Ilmiah Guru Besar akan digelar Sabtu, 25 Januari 2025 dan menghadirkan tiga guru besar yakni Prof. Dr. Ir. Tri Prartono, M.Sc, Prof. Dr. Anang Kurnia, S.Si., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Y. Bayu Krisnamurthi, M.S.(Fat)

Editor : Eka Rahmawati
#orasi ilmiah #guru besar ipb