RADAR BOGOR - SMP IT Ummul Quro Bogor menghelat program Edu Trip yang berlangsung sejak 4 Februari hingga Minggu (9/2/2025).
Edu Trip yang berlangsung selama 6 hari itu mengajak ratusan siswa SMP IT Ummul Quro Bogor untuk menyambangi tiga negara yang ada di Asia.
Tiga negara yang disambangi siswa SMP IT Ummul Quro Bogor dalam Edu Trip, di antaranya Malaysia, kemudian Thailand dan terakhir yakni negara Singapura.
Kepala SMP IT Ummul Quro Bogor, Mia Mariamah Handari menjelaskan kegiatan tersebut sifatnya tidak wajib, jadi dikhususkan untuk siswa yang berminat saja.
"Total yang ikut itu ada 106 orang siswa, 5 orang guru pembimbing dan 2 orang pendamping dari yayasan," ungkap Mia pada Radar Bogor.
Lebih lanjut Mia menjelaskan tujuan pihaknya melaksanakan program Edu Trip ini untuk mengajak para siswa dan siswinya mengenal sejarah atau ajaran Islam di Asia.
"Mereka dikenalkan tentang bagaimana Islam masuk ke 3 negara yang kami sambangi sehingga mereka bisa secara rill melihat bahwa begitulah perkembangan Islam dari awal diturunkan sampai dengan sekarang," jelasnya.
Termasuk lewat program Edu Trip ini, Mia menuturkan para siswa diajak untuk bersilaturahmi ke sekolah-sekolah Islam, salah satunya yang ada di Fathani Thailand.
"Dan saat berkunjung kesana mereka bisa berinteraksi langsung dengan teman sebayanya untuk memper erat tali persaudaraan antar ummat beragama," ujarnya
Meski begitu, Mia tidak menampik bahwa selama program tersebut berlangsung pihaknya juga mengunjungi beberapa tempat wisata yang menjadi icon tiga negara tersebut.
Seperti misalnya di Malaysia, para siswa diajak untuk berkunjung ke Twin Tower, Genting, kemudian Istana Kerajaan.
"Untuk Singapura kita berkunjung ke Berlin dan Thailand kita berkunjung ke Kwill Putih salah satu destinasi wisata terkenal disana," ungkapnya, Minggu (9/2/2025).
Mia berharap dengan adanya program Edu Trip ini dapat senantiasa menambah wawasan internasional para siswanya, terkhusus negara-negara di Asia.
"Jadi tidak sia-sia mereka ikut program ini, meski ini baru pertama kali kami lakukan, tapi kalau berdampak baik untuk siswa kami akan buat jadi program rutin," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga