RADAR BOGOR - SMAIT Ummul Quro Bogor menghelat kegiatan Sidang dan Expo Program Penelitian Ilmiah (Profil) yang berlangsung pada, Jumat (14/2/2025).
Kegiatan Sidang dan Expo Profil itu, memang sudah menjadi program rutin SMAIT Ummul Quro Bogor, pada 2025 ini sudah kali ke 14 program tersebut berlangsung.
Ketua Pelaksana Sidang dan Expo Profil SMAIT Ummul Quro Bogor, Akbariyah Nuriza mengungkpakan kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 208 siswa.
“Mereka merupakan siswa kelas 11, dan kami bagi menjadi 86 kelompok, sehingga pada tahun ini kami mempersembahkan 86 karya penelitian ilmiah,” ujar Akbariyah.
Akbiriyah menjelaskan 86 penelitian ilmiah itu disesuaikan dengan mata pelajaran peminatan masing-masing siswa, seperti biologi,kimia,fisika, ekonomi dan sosiologi.
Lebih lanjut, Akbirayah mengutarakan sebanyak 86 penelitian ilmiah karya siswa dan siswinya itu akan dilakukan penjurian oleh para dosen dari kampus-kampus ternama.
Di antaranya IPB University, kemudian Universitas Trisakti, bahkan panitian penyelenggara juga menghadirkan langsung tim penjurian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Jadi hasil penelitiannya akan dinilai oleh mereka, kami berikan waktu 20 menit, 8 menit untuk presentasi, 10 menit tanya jawab dan 2 menit mobilisasi, modelnya kaya vibes sidang skripsi,” jelasnya.
Sementara itu Kepala SMAIT Ummul Quro Bogor, Fahri Rahmat menjelaskan bahwa memang salah satu tujuan pihaknya menghelat kegiatan tersebut untuk mempersiapkan siswanya dalam menyongsong pendidikan di bangku kuliah.
Sehingga Rahmat menilai kegiatan Sidang dan Expo Profil itu dapat menjadi pembelajaran dasar bagi para siswa dan siswinya dalam membuat sebuah karya penelitian ilmiah.
“Dan ini dirasakan betul oleh para alumni kami, sekaligus kegiatan ini juga sebagai wadah untuk melatih siswa berfikir kritis dalam melihat permasalahan yang ada di sekitar yang kemudian dicari solusinya,” ujar Fahri.
Fahri menyebut sebanyak 86 karya penelitian ilmiah yang dihasilkan oleh para siswanya ini menjadi satu bukti bahwa islam tidak fanatik dengan perkembangan kemajuan teknologi dan informasi.
“Dan tentu sebagai umat islam, kami memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi itu dengan menghasilkan karya yang bermanfaat, sekaligus membuktikan bahwa pemuda pemuda islam juga mampu untuk bersaing,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin