RADAR BOGOR - Melalui Hibah Internal LPPM Universitas Pakuan Tahun 2024-2025, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Mereka dari Unpak Bogor melakukan pendampingan masyarakat dalam perencanaan pengembangan desa wisata berbasis Smart Village.
Kegiatan Unpak Bogor ini dilaksanakan oleh tim pengabdi (Novida Waskitaningsih, ST, MT; Yusi Febriani, SP, M.Si; Dr. Mujio, S.Pi, M.Si, dan Dr. Ir. Janthy T. Hidayat, M.Si) yang dibantu oleh mahasiswa (Irma Yunita Chaniago) dan alumni (Mochamad Azizul Hakim, S.PWK) serta narasumber eksternal Prambudi Putro Pamungkas, ST.
Desa Lebakmuncang dipilih sebagai lokasi kegiatan PkM karena merupakan desa wisata yang memiliki potensi wisata yang sangat besar sehingga perlu dikelola melalui kelembagaan yang yang baik.
Selain itu besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sistem informasi digital, terutama dalam penyajian informasi sebaran atraksi wisata dan amenitasnya sebagai media promosinya.
Oleh karena itu, penyusunan peta interaktif diharapkan dapat membantu para wisatawan untuk mengetahui lebih jauh tentang informasi wisata di Desa Lebakmuncang secara digital.
Pada Senin, 17 Februari 2025, bertempat di Balai Pertemuan Desa Wisata Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, dosen bersama mahasiswa dan alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota mengadakan pelatihan penyusunan peta interaktif desa wisata.
Pelatihan diberikan kepada perwakilan 5 anggota pokdarwis sebagai pengelola Desa Wisata Lebakmuncang.
Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi sekaligus diskusi oleh Ibu Novida Waskitaningsih, ST, MT tentang penerapan smart governance sebagai bagian dari smart village dalam pengembangan desa wisata.
Ketua tim pengabdi ini menjelaskan, bahwa pendekatan smart governance dalam pengembangan desa wisata menekankan pada pemanfaatan teknologi informasi, yang salah satunya dapat diimplementasikan untuk promosi wisata secara digital.
Peta interaktif digital yang berisi informasi sebaran atraksi dan amenitas Desa Wisata Lebakmuncang merupakan salah satu bentuk implementasinya.
Peta interaktif yang dapat diakses melalui scan barcode ini dapat diupdate sesuai dengan perkembangan atraksi wisata di Desa Lebakmuncang.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan sekaligus praktik editing peta interaktif oleh peserta yang dipandu oleh narasumber Bapak Prambudi Putro Pamungkas, ST.
Dengan menggunakan aplikasi canva, para peserta dipandu untuk dapat mengubah sendiri informasi yang sudah ada, menambah atraksi dan amenitas baru, menggunakan peta interaktif, serta mengunggahnya ke dalam website.
Dalam pelatihan ini peserta juga diminta untuk mengisi pre-test dan post-test sebagai tools untuk mengukur pengetahuan para peserta sebelum dan setelah pelatihan.
Di akhir pelatihan, tim pengabdi memberikan peta interaktif yang dapat ditampilkan di papan informasi desa serta buku panduan atau petunjuk editing peta interaktif kepada Pokdarwis Desa Lebakmuncang.
Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Ujang, ketua Pokdarwis sekaligus peserta pelatihan ini, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Pokdarwis dalam menyajikan informasi wisata yang lebih interaktif dan efektif.
Ujang juga berharap kegiatan PkM ini dapat berkelanjutan di masa mendatang.
Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Lebak Muncang dapat menjadi contoh desa wisata berbasis smart village yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga