RADAR BOGOR - Desa Kemang, yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi unggulan berupa pohon aren dan keindahan alam enam curugnya.
Pohon aren Desa Kemang menghasilkan produk khas gula aren 100% organik yang menjadi ciri khas kualitas unggulan dengan proses alami tanpa bahan kimia.
Potensi ini didukung dengan keberadaan curug yang mampu menjadi daya tarik wisata alam unik sehingga pengembangan agroeduwisata berbasis edukasi dan ekowisata berpeluang besar untuk dilakukan di Desa Kemang.
Mahasiswa KKN-T IPB pun berkeinginan untuk mewujudkan impian warga desa untuk mengembangkan Desa Kemang menjadi desa agroeduwisata.
Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi potensi alam dan komoditas lokal, tetapi juga dirancang untuk membawa dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Selain menciptakan lapangan kerja baru, konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui integrasi pertanian, edukasi, dan pariwisata.
Pelaksanaan dimulai dengan mengumpulkan data melalui survei lapangan dimana mahasiswa IPB University mengunjungi setiap daerah potensi wisata dan saling berdiskusi dengan masyarakat Desa Kemang, terutama di dua titik potensial, yaitu Curug Lalay dan Puncak Pasir Tenggek, untuk melihat potensi dan mendapatkan gambaran pengembangan agroeduwisata.
Selanjutnya, Tim KKN-IPB membuat peta konsep kawasan agroeduwisata menggunakan software arcgis sebagai rekomendasi konsep awal pembangunan agroeduwisata, serta pembuatan siteplan menggunakan software autocad sebagai rekomendasi tata letak.
Setelah data sudah terkumpul, Tim KKN-IPB akan menyusun laporan menggunakan microsoft word dan perhitungan proyeksi keuangan dengan microsoft excel yang akan digunakan oleh warga Desa Kemang sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat Desa Kemang dan calon investor.
Rancangan konsep kawasan Agroeduwisata terdiri atas 2 kawasan terintegrasi. Kawasan pertama adalah Puncak Pasir Tenggek yang akan menjadi gerbang utama wisatawan dan pusat rest area. Dan kawasan kedua akan difokuskan sarana edukasi dan wisata alam, yaitu rumah sentra produk Kemang dan Curug Lalay.
Dalam perencanaannya, kawasan agroeduwisata akan dikembangkan secara bertahap dengan fokus awal pada Curug Lalay (Kawasan 1) yang mengombinasikan tiga konsep utama, yaitu rest area, wisata, dan edukasi.
Pengembangan lebih lanjut akan diperluas ke Puncak Pasir Tenggek (Kawasan 2) dalam jangka panjang. Realisasi konsep ini akan dilakukan melalui tiga tahapan pembangunan, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pada tahap jangka pendek (1–5 tahun), pengembangan difokuskan pada penyediaan fasilitas dasar di dua kawasan utama, seperti pembangunan gapura dan papan informasi, saung, serta penyediaan warung UMKM lokal, mushola, serta fasilitas umum seperti toilet.
Disamping itu juga akan dilakukan pembangunan rumah sentra produk kemang yang terintegrasi dengan dapur pengolahan aren sebagai pusat edukasi dan display produk seperti gula aren, kolang-kaling, dan madu.
Serta penyediaan jalur wisata ke Curug Lalay yang dapat diakses melalui trekking atau ojek warga lokal, serta penyediaan lahan parkir dan warung UMKM lokal untuk mendukung aktivitas wisata.
Pada tahap jangka menengah (5–10 tahun), pengembangan kawasan akan diperluas dengan fasilitas tambahan yang mendukung daya tarik wisata dan kenyamanan pengunjung.
Seperti pembangunan vila bernuansa alam dan penyediaan area camping ground dan jalur wisata ekstrim seperti motor trail untuk menarik segmen wisata petualangan juga akan dilakukan.
Tahap jangka panjang (10 tahun ke atas) akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan.
Melalui analisis SWOT, Desa Kemang memiliki kekuatan berupa keunikan produk gula aren organik, keberadaan curug yang indah, serta dukungan masyarakat lokal.
Namun, pengembangan ini menghadapi tantangan seperti infrastruktur jalan yang perlu ditingkatkan dan keterbatasan fasilitas pendukung.
Untuk mengatasi tantangan ini, Mahasiswa KKN-T IPB university telah menyusun laporan sebagai bahan pertimbangan dan panduan bagi Desa Kemang.
Dimana laporan berisi peta konsep kawasan agroeduwisata dan tata letaknya, strategi berbasis pasar, kemitraan, dan pengembangan produk serta analisis kelayakan untuk investor, dan mitigasi risiko yang harus dipersiapkan warga desa kemang.
Laporan ini mendapatkan kepuasan yang sangat tinggi dari para warga desa, yaitu 4,7/5. Melalui rencana ini, Mahasiswa KKN-T IPB University berharap Desa Kemang dapat mewujudkan harapan warga desa untuk menjadikan Desa Kemang sebagai kawasan agroeduwisata yang mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sektor pariwisata. (***)
Editor : Yosep Awaludin