RADAR BOGOR - Aksi pemukulan atlet basket di tournament SDH Basketball 2025 beberapa waktu lalu turut menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas terjadinya insiden aksi pemukulan atlet basket itu.
Sehingga sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas berlangsungnya pendidikan di Kabupaten Bogor, Nina menegaskan bahwa pihaknya akan memberi teguran keras kepada sekolah, atas kasus pemukulan atlet basket.
Nina menilai, sekolah tersebut sudah lalai dalam melakukan pembinaan karakter kepada atlet, termasuk kepada pelatih dan asisten tim basketnya.
"Maka kami memerintahkan agar pelatih dan asisten pelatih segera dinonaktifkan," tegas Nina pada Radar Bogor, Minggu (23/2/2025).
Nina memberikan garansi bahwa dalam waktu dekat Disdik Kabupaten Bogor akan segera duduk bareng dengan beberapa pihak untuk membahas aturan sanksi untuk atlet basket yang berasal dari sekolah.
Pihak-pihak yang dimaksud Nina seperti, Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) kota dan Kabupaten Bogor, kemudian Badan Pembinaan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi).
"Karena sebetulnya aturan yang saat ini ada hanya untuk atlet atau anggota yang tergabung dalam club basket," jelas Nina.
Nina berharap, insiden pemukulan atlet basket yang terjadi beberapa waktu lalu dapat menjadi pelajaran bagi para penggemar olahraga.
"Bukan hanya soal basket saja, karena yang paling penting dalam tournament atau pertandingan olahraga adalah sportifitas dan kondusifitas," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga