RADAR BOGOR - Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menghelat kegiatan Sidang Senat Terbuka dan wisuda yang berlangsung pada Rabu (26/2/2025) di Ballroom Braja Mustika.
Pada kegiatan Sidang Senat Terbuka Gelombang 1 tahun 2025 ini, Unpak Bogor melalukan proses wisuda pada 801 orang mahasiswa.
Dengan rincian mahasiswa Unpak bogor yang wisuda, adalah 20 orang dari Program Doktor (S3), 35 orang dari Program Magister (S2), dan sisanya berasal dari mahasiswa jenjang pendidikan sarjana.
Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono dalam sambutannya, mengungkapkan rasa dan megucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka.
“Semoga wisuda ini menjadi kenangan manis bagi para wisudawan dan keluarga mereka,” jelas Prof Didik dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang berbahagia itu, Prof Didik juga membeberkan sejumlah prestasi yang telah ditorehkan oleh Unpak Bogor dibawah kepemimpinanannya.
Salah satu pencapaian yang dia soroti yakni keberhasilan Unpak Bogor yang menempati peringkat 131 di tingkat nasional dan 10 besar di Jawa Barat versi Webometric.
Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda atau Sidang Senat Terbuka Unpak Bogor, Prof. Eri Sarimanah juga kerap menyampaikan beberapa pesan kepada ratusan mahasiswa tersebut.
“Keberhasilan yang saudara peroleh ini adalah prestasi yang patut dibanggakan. Namun, jangan berhenti di sini. Keberhasilan hari ini harus terus diikuti dengan kerja keras berikutnya,” tutur Prof Eri.
Dia juga mengingatkan wisudawan untuk menjaga komunikasi dengan almamater serta memberikan masukan yang konstruktif guna perbaikan dan kemajuan bersama.
“Kami berharap Saudara selalu menjaga komunikasi dengan Almamater, memberikan masukan demi perbaikan dan kemajuan kita bersama di masa yang akan datang,” tuturnya.
Sidang Senat Terbuka Unpak Bogor itu juga turut dihadiri oleh, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum.
Dalam kesempatan itu dia menjelaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bisa diukur dengan akreditasi, tetapi juga dengan kualitas lulusan dan inovasi dalam proses pembelajaran.
Lukman menyarankan agar Universitas Pakuan terus mengembangkan program magang yang terukur dan dapat menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia industri.
“Program magang harus terukur dan bukan hanya dilepas begitu saja. Ini adalah ruang inovasi pembelajaran yang tidak selalu harus di ruang kelas, tetapi tetap bertujuan untuk menjaga kualitas lulusan,” katanya.
Lukman berharap Unpak Bogor dapat terus berkontribusi pada perekonomian masyarakat melalui pengabdian dan program perguruan tinggi membangun desa.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga