RADAR BOGOR - Menguji hafalan Al-Qur'an siswa menjadi cara MAN 1 Bogor dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan itu diberi nama Ujian Tahfidz MANSABO.
Ujian Tahfidz MANSABO itu berlangsung selama 3 hari sampai Rabu (24/2/2025) kemarin serta diikuti 546 orang.
Ratusan siswa MAN 1 Bogor tampak serius saat mengikuti kegiatan tersebut. Tak main-main pihak sekolah mengerahkan 11 orang tenaga pendidik untuk menguji hafalan Quran mereka.
"Para pengujinya itu juga penghafal Qur'an (Huffadz) sehingga penilaiannya pun sangat ketat dan tidak mengarah pada formalitas," ujar Plt Kepala MAN 1 Bogor Marlihah, Jumat (28/2/2025).
Hafalan Qur'an dilantunkan secara face to face ke penguji. Sementara penguji bertugas untuk mencermati tiap-tiap ayat yang dilafalkan oleh para siswa.
Marlihah menjelaskan ada tiga kriteria penilaian pada Ujian Tahfidz kemarin. Pertama jayyid, kemudian jayyid jidan, dan yang terakhir mumtaaz.
Pucuk pimpinan MAN 1 Bogor itu menjelaskan Ujian Tahfidz ini jadi program yang dia andalkan. Karena sekolahnya punya misi melahirkan generasi muda berkarakter qurani.
Marlihah mengatakan ada dua metode yang digunakan untuk membantu hafalan Qur'an siswanya. Pertama secara individu yang kedua kelompok.
Pada sesi individu, siswa dibimbing dalam penguatan hafalan dan memperbaiki tartil bacaan Qurannya dengan fokus pada tajwidul huruf wa ma’rifatul wuquf.
"Kemudian dalam sesi kelompok seluruh siswa diajak untuk berkolaborasi satu sama lain dengan saling mengoreksi bacaan dan memotivasi," bebernya.
Marlihah mengaku realisasi program hafalan Qur'an di sekolahnya juga melibatkan orang tua. Peran mereka adalah mengontrol pergaulan dan memberi arahan di rumah masing-masing.
"Sebab kalau pergaulannya tidak dikontrol ini akan menjadi penghambat hafalan siswa. Oleh karenanya peran orang tua juga salah satu kunci keberhasilan pencapaian hafalan siswa," pungkasnya. (rp1)
Editor : Eka Rahmawati