RADAR BOGOR - Isu "Indonesia Gelap" belakangan ini semakin mencuat sebagai bentuk keprihatinan terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam demokrasi, kebebasan berekspresi, dan hak-hak masyarakat sipil.
Pembatasan ruang publik, krisis transparansi, dan regulasi yang dinilai melemahkan peran masyarakat dalam memperjuangkan demokrasi menjadi sorotan utama dalam perdebatan ini.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran tentang masa depan demokrasi di Indonesia.
Di tengah tantangan tersebut, dunia akademik, yang seharusnya menjadi benteng pemikiran kritis, juga tak luput dari pengaruh pragmatisme dan intervensi kekuasaan yang menghambat kebebasan intelektual.
Hal ini tentunya mengurangi efektivitas pencarian solusi berbasis ilmu pengetahuan yang objektif dan independen.
Sebagai respons terhadap berbagai masalah tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kema Universitas Padjadjaran dan Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Bandung mengundang seluruh elemen pergerakan dan aliansi masyarakat sipil se-Bandung Raya.
Mereka diundang untuk berpartisipasi dalam acara MEMBARA (Menjalin Esensi Mimbar Bandung Raya) yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 7 Maret 2025, mulai pukul 13.30 WIB hingga 18.30 WIB di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Dipatiukur.
Acara MEMBARA bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga demokrasi.
Acara ini akan menghadirkan diskusi publik bersama narasumber yang berkompeten, berbagi takjil dan buka bersama, serta diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan semangat perlawanan dan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Sebagai pengingat akan pentingnya peran setiap individu dalam memperjuangkan perubahan, kutipan Pramoedya Ananta Toer menjadi pesan kuat dalam acara ini, "Individu-individu kuat sepatutnya bergabung, mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada kegelapan, dan memberi mata yang buta."
Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersatu dan bersama-sama memperjuangkan hak-hak sipil serta memperkuat demokrasi di Indonesia.***
Editor : Halimatu Sadiah