RADAR BOGOR - Bagi yang belum tahu, metode SMART ini sangat populer di dunia motivasi dan bisnis.
Sebuah cara untuk menyusun rencana dengan peluang keberhasilan yang tinggi.
SMART merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound.
George T. Doran adalah sosok di balik penemu metode ini pada 1981.
Saat ini SMART diaplikasikan secara luas oleh perusahaan-perusaan di dunia.
Mari kita bahas satu-satu ya:
Specific
Dalam membuat rencana, target dan tujuan, tuliskan secara spesifik. Jangan terlalu umum dan global.
Semakin detail dan rinci, semakin baik. Semakin mudah untuk ditempuh dan mendekati hasil.
Contoh:
Umum: Saya ingin menjadi penulis.
Spesifik: Saya menerbitkan satu artikel dalam sepekan.
2. Measurable
Rencana harus terukur sesuai kapasitas dan kemampuan. Lakukan dan ukur progressnya.
Apakah langkah-langkah kita benar dan mengarah pada keberhasilan.
Apakah semakin dekat dengan tujuan atau tidak.
Contoh:
Jika ingin menerbitkan satu artikel perpekan, sanggupkah menyediakan waktu minimal 30 menit untuk fokus di depan laptop.
Hari pertama riset mencari tema.
Hari kedua mengumpulkan bahan.
Hari ketiga menyusun outline.
Hari keempat mulai menulis,
Hari kelima mengedit.
Hari keenam final, selesai dan bisa diposting.
Baca Juga: Empat Penambang Emas Ilegal Terkubur Hidup-Hidup di Cigudeg Bogor
3. Achievable
Buat tujuan yang kamu yakin akan bisa mencapainya.
Jangan terlalu mudah, tapi jangan pula terlalu sulit.
Contoh:
Menerbitkan satu artikel perpekan rasanya tidak terlalu sulit.
Cukup realistis, di tengah kesibukan kita yang cukup padat.
4. Relevant
Buat target yang relevan dan relate dengan value kita.
Artinya, jika target itu tercapai, akan berdampak pada kehidupan kita secara signifikan.
Contoh:
Memiliki target menulis karena cukup berbakat, memiliki minat dan segudang ide untuk dituangkan.
Insyallah hal itu akan memudahkan terwujudnya tujuan.
5. Timebound
Tujuan harus dibatasi waktu, kapan akan dicapai. Sepekan, sebulan atau setahun.
Batas waktu membuat kita fokus dan sungguh-sungguh untuk mencapainya dengan disiplin.
Jika butuh modal dan dukungan dana, batas waktu penting untuk menyiapkannya.
Contoh:
Jika ingin menulis satu artikel tiap pekan, maka beri batasan waktu, kapan mulai hari pertama dan kapan deadline hari terakhirnya.
Bagaimana, sudah terbayang ya, cara membuat target dan tujuan? (*)
Oleh: Asri Supatmiati
Founder Salehah Institute
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim