RADAR BOGOR - Fakultas Teknik Universitas Pakuan (Unpak) Bogor mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada 17 Februari lalu.
Kegiatan ini merupakan bentuk hasil kajian dosen yang berkolaborasi dengan mahasiswa. Kemudian diimplementasikan dalam bentuk PKM. Adapun Desa Lebak Muncang dipilih menjadi objek karena lokasi ini sedang mengembangkan potensi desa dengan melakukan beberapa kegiatan rintisan sebagai daerah wisata.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengikutsertakan beberapa dosen yang dibagi berdasarkan bidang penelitiannya, selanjutnya diimplementasikan menjadi kegiatan pengabdian dengan melibatkan mahasiswa di dalamnya.
“Kami melakukan pemetaan potensi daerah terkait pengembangan desa wisata Smart Village, “ ujar Ketua PKM, Rian Nurtyawan, Sabtu (8/3/2025).
Adapun kegiatan PKM kolaborasi ini melibatkan dosen dariProdi Teknik Geologi yang diwakili Singgih Irianto, Teti Syahrulyati dan Muhammad Agus Karmadi yang berperan dalam kajian fisik wilayah. Sedangkan Rian merupakan dosen dari Prodi Teknik Geodesi.
Rian melanjutkan, warga yang dilibatkan dalam PKM ini adalah Kelompok masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat lokal yang mengelola homestay yang ada di Desa Wisata Lebak Muncang.
“Latar belakang masyarakat di daerah ini pada umumnya adalah bertani secara turun temurun sebagai penggarap, sebagai pedagang sayuran dan beberapa usaha lainnya, “ bebernya.
“Pada umumnya masyarakat sudah memiliki kesadaran dalam Ngarumat Alam memiliki kearifan lokal yang tinggi akan potensi daerahnya. Namun perlu diarahkan agar bisa mengemas informasi yang ada menjadi mudah di akses terdata dengan baik,“ jelasnya.
Rian memaparkan, ada lima tujuan yang menjadi sasaran dari kegiatan ini. Pertama adalah mengetahui sejauh mana Desa Lebak Muncang memenuhi enam parameter pilar pembangunan Smart Village.
Kedua, merumuskan strategi untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur teknologi guna mendukung implementasi Smart Village di Desa Lebak Muncang. Ketiga, tujuan yang ingin dicapai adalah mengidentifikasi dan mengembangkan upaya peningkatan literasi digital masyarakat agar lebih adaptif terhadap teknologi.
“Tujuan keempat, menyusun mekanisme yang efektif dalam pengumpulan, pendokumentasian, dan integrasi data mengenai potensi desa secara akurat dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan yang kelima adalah menyusun strategi untuk menanggulangi ketimpangan dalam akses dan pemanfaatan potensi desa,” terangnya.
Dari kelima tujuan ini coba dikelompokkan dan di lakukan pengarahan kepada masyarakat yang sudah melek literasi digital dan keterbukaan terhadap inovasi teknologi (umumnya para remaja/taruna dalam wadah Karang Taruna Desa), kepada kelompok dasar wisata perlu dilakukan pendampingan di dalam memetakan potensi wilayahnya.
Untuk mengelompokkan potensi wilayah dengan tema tertentu seperti wsata air, wisata bunga dan sayur. Kemudian wisata kerajinan tangan dan oleh-oleh dipetakan secara tematik sehingga tidak ada wilayah yang memiliki produk unggulan yang sama.
Keunikan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki menjadi daya tarik yang kuat untuk para wisatawan, baik sekedar untuk berwisata atau wisata edukasi yang sesuai dengan tema-tema yang diusung.
Salah satu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
“Smart Village dikembangkan agar menjadi berbasis teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat,” tukas Rian. (rur)
Editor : Eka Rahmawati