Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Buka Sekolah Rakyat di 53 Titik Mulai Tahun Ini, Berikut Lokasinya

Rynaldi Fajar Septrianto • Selasa, 11 Maret 2025 | 11:44 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan informasi mengenai program sekolah gratis di halaman Istana Negara Jakarta.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan informasi mengenai program sekolah gratis di halaman Istana Negara Jakarta.

RADAR BOGOR -  Pemerintahan mencanangkan program sekolah rakyat yang akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026.

Program ini dinilai dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Dilansir dari laman resmi Presiden RI, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut ada 53 lokasi yang siap menyelenggarakan sekolah rakyat.

“Kami melaporkan per 10 Maret 2025 sudah ada 53 lokasi yang siap untuk menyelenggarakan sekolah rakyat ini,” kata Gus Ipul.

Baca Juga: BMKG Prediksi pada Tanggal 4–11 Maret 2025 Bogor Diguyur Hujan dengan Intensitas Tinggi, Ini Penjelasannya

Lokasi sekolah rakyat tersebar di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan, dan Papua.

Program sekolah rakyat bakal menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan persiapan teknis secara berjenjang.

“2-3 hari kedepan kami akan berkoordinasi dengan gubernur, dengan bupati, wali kota, di mana persiapan-persiapan yang kami lakukan itu paralel,” ungkap Gus Ipul.

Presiden Prabowo dalam rapat kabinet merah putih pada Senin, (10/3/2025) menegaskan mengenai lokasi sekolah rakyat, kurikulum, sarana-prasarana, serta mekanisme penerimaan siswa.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan BUMN Buka Rekrutmen Hingga 107 Perusahaan, Terbuka untuk Lulusan SMA sampai Sarjana

Program sekolah rakyat akan terus melakukan kebutuhan anggaran dalam pembangunan serta renovasi sekolah rakyat.

Selain itu, Gus Ipul menyebut bahwa penyelenggaraan sekolah rakyat tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur.

Sekolah-sekolah yang dipilih memerlukan syarat kelayakan mengenai ketersediaan asrama, ruang kelas, ruang ibadah, kantin, sampai fasilitas olahraga.

Proses Penerimaan Murid

Pada rapat Kabinet Merah Putih, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa penerimaan siswa akan menggunakan Data tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Jawa Barat Bakal Jadi Daerah Rawan Macet saat Mudik Lebaran, Diprediksi 146 Juta Warga Bakal Melakukan Perjalanan

Data tersebut difokuskan kepada masyarakat dengan ekonomi rentan.

Terdapat 53 lokasi yang dipilih sebagian besar berada di daerah yang membutuhkan akses pendidikan dan memiliki jumlah masyarakat kurang mampu yang tinggi.

“Jadi ini sudah sangat selaras dengan data-data yang ada di BPS,” pungkas Amalia.

Editor : Eka Rahmawati
#Sekolah Rakyat