Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Bakal Luncurkan Program Sekolah Rakyat pada Juli 2025, Rekrutmen Guru segera Dibuka

Rynaldi Fajar Septrianto • Selasa, 11 Maret 2025 | 12:59 WIB

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf melakukan pengecekan sekolah rakyat.
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf melakukan pengecekan sekolah rakyat.

RADAR BOGOR - Pemerintah mencanangkan program sekolah rakyat yang bakal dimulai pada tahun ajaran 2025-2026 atau Juli ini.

Aspek penting dalam program sekolah rakyat ini mencakup lokasi sekolah, kurikulum, sarana-prasarana, dan mekanisme penerimaan siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyebut 53 lokasi telah siap digunakan untuk program sekolah rakyat. Terdiri dari 41 sentra dan balai milik Kementerian Sosial (Kemensos), 9 sekolah di Jawa Timur, 2 Universitas, 1 sekolah di Sumatera Barat.

Sekolah rakyat akan dibuka dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga: Pemerintah Buka Sekolah Rakyat di 53 Titik Mulai Tahun Ini, Berikut Lokasinya

Program ini akan menggunakan standar pendidikan nasional dan juga menggunakan kurikulum yang menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, serta keterampilan. 

Rekrutmen siswa dan guru bakal buka pada Maret sampai April 2025 setelah mendapat persetujuan dari Presiden.

Program sekolah gratis akan mulai berjalan paling cepat pada Juli 2025 di daerah yang sudah siap infrastruktur dan penunjangnya.

Baca Juga: BMKG Prediksi pada Tanggal 4–11 Maret 2025 Bogor Diguyur Hujan dengan Intensitas Tinggi, Ini Penjelasannya

“Jika semua berjalan sesuai rencana, pendaftaran akan dibuka dalam satu hingga dua bulan ke depan,” ungkat Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan sekolah rakyat merupakan sekolah gratis untuk seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi dalam pelaksanaannya. 

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan BUMN Buka Rekrutmen Hingga 107 Perusahaan, Terbuka untuk Lulusan SMA sampai Sarjana

Ia menuturkan mengenai seragam, makan, asrama tempat tinggal semuanya gratis.

Penyediaan gratis ini diperuntukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Jawa Barat Bakal Jadi Daerah Rawan Macet saat Mudik Lebaran, Diprediksi 146 Juta Warga Bakal Melakukan Perjalanan

Seleksi akan dilakukan secara bertahap, dari proses verifikasi status ekonomi lalu dilanjutkan sampai tes akademik.***

Editor : Eka Rahmawati
#guru #Sekolah Rakyat