Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dekan Fakultas Agama Islam UIKA Bogor Prof Imas Kania Rahman Tekankan Pentingnya Mental Tangguh Prajurit TNI dalam Rakornis Pembinaan Mental 2025

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 12 Maret 2025 | 16:49 WIB
Dekan Fakultas Agama Islam UIKA Bogor dan pakar Psikologi Islam Prof. Dr. Imas Kania Rahman saat memberikan materi.
Dekan Fakultas Agama Islam UIKA Bogor dan pakar Psikologi Islam Prof. Dr. Imas Kania Rahman saat memberikan materi.

RADAR BOGOR – Prof. Dr. Imas Kania Rahman, M.Pd.I., Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dan pakar Psikologi Islam, menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembinaan Mental TNI Tahun 2025 yang berlangsung pada Rabu, 12 Maret 2025 di Aula Pusbintal TNI, Gedung B-3 Lantai 3, Mabes TNI, Cilacap, Jakarta Timur.

Acara ini mengusung tema “Bintal TNI Sebagai Garda Terdepan Dalam Mewujudkan Mental Prajurit yang Tangguh Menuju TNI Prima.”

Rakornis ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi TNI, termasuk Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI, Brigjen TNI Tornado, S.Sos., M.M., yang juga bertindak sebagai tuan rumah acara.

Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Pembinaan Mental dari tiga matra TNI, yakni Brigjen TNI Ridwan, S.Sos. (TNI AD), Brigjen TNI Marinir Sandi Muhyidin Latief, S.I.P., M.M. (TNI AL), serta Marsda TNI Wisnu Saputro, S.Pd., M.Pd. (TNI AU).

Wakil Kepala Pusbintal TNI, Kolonel CAJ Muftiono, S.Ag., M.A., juga turut serta bersama para peserta Rakornis dan peninjau lainnya.

Dalam paparannya yang bertajuk “Full Awareness: Kunci Utama Prajurit Bermental Tangguh (Bebas dari Adiktif)”, Prof. Imas menyoroti bahaya kecanduan terhadap berbagai hal yang merusak mental dan moral prajurit.

Ia menjelaskan bahwa kecanduan ini dapat merusak sistem saraf otak, menurunkan kualitas hidup, serta melemahkan mental seorang prajurit.

Sebagai seorang pakar Psikologi Islam yang juga akademisi UIKA Bogor, Prof. Imas menekankan bahwa kesadaran penuh (full awareness) adalah kunci utama untuk membangun mental tangguh.

Menurutnya, seorang prajurit harus memahami hakikat diri dan memiliki kontrol diri yang kuat agar terhindar dari perilaku adiktif yang dapat mengganggu profesionalisme serta ketahanan mental mereka.

Dalam pemaparannya, Prof. Imas juga menguraikan data yang mengkhawatirkan terkait kecanduan judi online di Indonesia.

Berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat sekitar 4 juta penduduk Indonesia yang tak bisa lepas dari game online terlarang, termasuk 97.000 personel TNI dan Polri.

Ia menegaskan bahwa kecanduan ini tidak hanya merusak individu tetapi juga berkontribusi pada krisis sosial dan ekonomi, mengingat total perputaran dana game online terlarang mencapai Rp517 triliun sejak tahun 2017 hingga 2023, setara dengan 20 persen dari APBN.

Selain itu, Prof. Imas juga memaparkan hasil penelitian dari berbagai institusi yang menunjukkan dampak buruk kecanduan game online terlarang, termasuk perubahan struktur otak akibat stimulasi berlebihan, yang mengakibatkan gangguan konsentrasi, ketidakmampuan mengendalikan impuls, serta dampak negatif terhadap kehidupan sosial dan profesional seseorang.

Dengan keahliannya dalam Psikologi Islam, Prof. Imas menegaskan bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai keislaman dapat menjadi solusi efektif dalam membangun ketahanan mental prajurit.

Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan spiritualitas sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan modern yang berpotensi melemahkan mental dan moral seseorang.

Kehadiran Prof. Imas dalam Rakornis ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi UIKA Bogor dalam penguatan mental prajurit TNI tetapi juga semakin mengukuhkan reputasi UIKA sebagai institusi pendidikan yang memiliki pakar berkualitas di bidang Psikologi Islam dan pembinaan mental.

Dengan pemikiran dan analisis yang tajam, Prof. Imas berhasil memberikan wawasan mendalam bagi peserta Rakornis mengenai strategi membangun prajurit yang tangguh dan berintegritas di era digital ini.

Rakornis Pembinaan Mental TNI 2025 ini menjadi momentum penting bagi UIKA Bogor dalam menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan yang berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter dan mental bangsa.

Keahlian Prof. Imas dalam Psikologi Islam menjadi aset berharga bagi UIKA Bogor dan juga bagi institusi lainnya yang membutuhkan perspektif keilmuan dalam menangani permasalahan sosial dan mental yang semakin kompleks di era modern ini. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#uika bogor #tni #islam #Universitas Ibn Khaldun