RADAR BOGOR - Dr. Sari Putri Dewi adalah seorang akademisi dan praktisi di bidang peternakan yang memiliki perjalanan pendidikan dan karier yang inspiratif.
Ia menempuh pendidikan sarjana (S1) di IPB University pada Fakultas Peternakan dengan Program Studi Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan dari tahun 2010 hingga 2014.
Selama menjalani pendidikan sarjana, Dr. Sari Putri Dewi mengikuti program fast track, yang memungkinkannya melakukan penelitian S1 sekaligus mempersiapkan penelitian untuk jenjang magister (S2).
Berkat IPK yang tinggi serta wawancara dengan Dekan Fakultas Peternakan, ia diterima dalam program tersebut.
Pada 2014, Dr. Sari Putri Dewi lulus dari program sarjana dan langsung melanjutkan ke jenjang magister.
Ia menyelesaikan studi S2 dalam waktu satu tahun dan lulus pada tahun 2015. Selama menjalani pendidikan S2, ia mendapatkan beasiswa dari IPB University melalui program Mahasiswa Fresh Graduate Fast Track.
Setelah menyelesaikan magisternya, ia langsung melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di tahun yang sama.
Pada awal masa studi doktoralnya, Dr. Sari menggunakan dana pribadi sebelum akhirnya mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program Masyarakat Berprestasi.
Selain itu, untuk mendukung penelitiannya, ia juga mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pertanian.
Dr. Sari menyelesaikan program doktoralnya pada akhir tahun 2018 dan diwisuda pada Januari 2019 dengan predikat lulusan terbaik dan doktor termuda di IPB University.
Setelah menyelesaikan studi S3, Dr. Sari memulai karier profesionalnya sebagai leader nutrisionis di sebuah perusahaan feedmill. Namun, ketertarikannya dalam dunia akademik membawanya kembali ke IPB University.
Pada tahun 2021, ia bergabung sebagai dosen praktisi di Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah
Vokasi IPB University.
Keputusan ini diambil setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Departemen Pascasarjana yang melihat potensi Dr. Sari sebagai pengajar di bidangnya.
Sebagai akademisi, Dr. Sari memiliki ketertarikan terhadap inovasi dalam bidang pakan ternak, limbah, serta produk-produk yang berkaitan dengan peternakan.
Ia mengajar berbagai mata kuliah, di antaranya Penerapan Komputasi Data Peternakan, Budidaya Hijauan Makanan Ternak, Pengenalan Bahan Makanan Ternak, Etika Profesi Peternakan, Nutrisi Ternak, dan Keamanan Pangan.
Ia juga pernah mengajar mata kuliah Etika dan Hukum Komunikasi di Program Studi Komunikasi.
Dalam proses pengajarannya, Dr. Sari membangun interaksi dengan mahasiswa melalui pendekatan personal.
Seperti menanyakan kabar mereka di awal kelas untuk membangun kedekatan serta menjelaskan materi dengan metode step-by-step agar lebih mudah dipahami.
Dr. Sari aktif dalam berbagai penelitian. Pada tahun 2024, ia mengerjakan proyek penelitian mengenai kulit kacang Bogor untuk mengetahui kelayakannya sebagai bahan pakan ternak. Sebelumnya, ia juga pernah melakukan penelitian terkait limbah habbatussauda.
Dalam perjalanan akademiknya, ia menghadapi tantangan dalam menemukan individu yang ingin berkomitmen dalam proyek-proyek penelitian dosen.
Namun, ia tetap optimis bahwa perkembangan teknologi dalam dunia peternakan sangat membantu dalam memanfaatkan limbah dan hasil samping agar menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Selain sebagai dosen, Dr. Sari juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepemimpinan di lingkungan IPB. Pada tahun 2023, ia dipercaya sebagai Ketua Komisi Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Setelah itu, ia berpindah tugas menjadi Ketua Satuan Usaha Akademik yang mengelola berbagai unit bisnis di Sekolah Vokasi IPB, sebelum akhirnya menjabat sebagai Sekretaris Program Studi.
Dalam refleksi perjalanan kariernya, Dr. Sari menyadari bahwa tidak ada jalan yang sepenuhnya mulus dalam meraih kesuksesan. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah miskomunikasi selama menjalani studi pascasarjana, yang sempat membuatnya terguncang.
Namun, dengan tekad yang kuat, ia berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. Momen paling berkesan dalam hidupnya adalah ketika ia menjadi doktor termuda di IPB dan mendapat kehormatan menjadi orang pertama yang bersalaman dengan rektor saat wisuda.
Sebagai seorang akademisi, Dr. Sari memiliki pesan kepada mahasiswa Manajemen Ternak yang ingin berkarier di bidang peternakan.
Menurutnya, kunci utama kesuksesan dalam bidang ini adalah tanggung jawab, pemahaman terhadap perkembangan teknologi, serta pemanfaatan hasil samping agar pakan ternak lebih berkualitas.
Harapannya untuk lulusan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB dalam 10–20 tahun ke depan adalah agar mereka menjadi individu yang lebih tekun, berjuang menghadapi tantangan, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap profesinya.
Dr. Sari juga berharap agar Sekolah Vokasi IPB terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan vokasi yang unggul di Indonesia. (***)
Penulis : Dhiyaa Riznieqia Chahya J0401231299
Sekolah Vokasi IPB Jurusan Komunikasi Digital dan Media