RADAR BOGOR - Perjalanan seorang Muhammad Amar Bil Qisti dalam bidang akademik dan profesional memberikan bukti bahwa sebuah ketekunan yang dipadukan dengan inovasi dapat memberikan dampak nyata terhadap pendidikan dan lingkungan.
Muhammad Amar Bil Qisti atau Amar merupakan lulusan Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University, ia tidak hanya mendalami bidang akademis tetapi juga sukses memanfaatkan teknologi dalam upaya edukasi terkait isu lingkungan.
Sejak awal masuk dunia perkuliahan, Amar memiliki ketertarikan terhadap dunia ekowisata dan konservasi.
Hal tersebut memotivasinya untuk terus mengeksplorasi berbagai macam cara agar ilmu yang dipelajarinya dapat memberikan manfaat yang lebih banyak ke masyarakat maupun lingkungan sekitarnya.
Sejak memasuki dunia perkuliahan, Amar sadar akan ketertarikannya terhadap Sistem Informasi Geografis (SIG).
Pada semester tiga, ketika pembelajaran daring berlangsung akibat pandemi Covid-19, ia melihat banyak rekan-rekannya mengalami kesulitan dalam memahami materi SIG.
Dengan inisiatif yang tinggi, Amar membuat sesi belajar bersama secara daring untuk membantu teman-temannya dalam memahami materi pemetaan dan pengolahan data geografis.
Pengalaman dalam sesi belajar ini tidak hanya memperkuat pemahamannya, tetapi juga memperkaya pengalaman dalam dunia akademik.
Kemampuannya dalam memberikan pembelajaran kepada lingkungan sekitar membuatnya dikenal sebagai mahasiswa yang dapat diandalkan dalam bidang SIG.
Setelah lulus dari program studi Ekowisata, Amar berkesempatan menjadi salah satu Asisten Dosen di IPB University.
Ia mengajar mata kuliah 'Penerapan Sistem Informasi Geografis dalam Ekowisata' dan 'Bahasa Inggris Hospitality' di program studi Ekowisata.
Amar menghadapi berbagai macam tantangan selama menjalankan perannya sebagai asisten dosen, seperti memastikan mahasiswa memahami materi yang diajarkan dan menangani situasi hingga kondisi kelas yang beragam.
Berbekal pengalaman mengajarkan teman-temannya secara daring, Amar berhasil mengembangkan keterampilan komunikasi dan strategi pengajaran yang efektif.
Salah satu kontribusi besar Amar yang pernah dilakukannya yaitu keterlibatannya dalam proyek revisi dokumen blok kawasan konservasi di Taman Hutan Raya Pancoran Mas, Depok.
Dalam proyek tersebut Amar berperan sebagai tenaga pemetaan, Amar mengaplikasikan keahliannya dalam SIG untuk mendukung upaya konservasi lingkungan.
Selama menjalankan proyek, Amar bertanggung jawab atas pemetaan kawasan konservasi, analisis data spasial, serta penyusunan rekomendasi bagi pihak pengelola.
Upaya-upaya yang telah dilakukannya diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Namun, pencapaian yang paling menarik perhatian adalah tugas akhirnya yang inovatif. Amar menciptakan Game Edukasi LONA (Mengenal Flora dan Fauna), sebuah permainan interaktif yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan terkait flora dan fauna di kalangan siswa SMP di Bogor.
Pembuatan game edukasi tersebut berawal dari permasalahan yang Amar sadari bahwa kepedulian Masyarakat terhadap lingkungan sekitar masih minim.
Dengan membuat inovasi ini Amar ingin memberikan edukasi secara menyenangkan melalui pendekatan berbasis permainan.
Game LONA mengenalkan lima belas jenis flora dan fauna dengan mempertimbangkan nilai edukasi, desain visual, serta komunikasi visual.
Melalui LONA, Amar berharap anak-anak tidak hanya sekedar mengenal berbagai macam spesies yang ada di lingkungan, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap lingkungan.
Dalam pengembangannya, Amar melakukan serangkaian uji coba guna memastikan bahwa game ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang tinggi.
Proses pengembangan Game LONA merupakan tantangan yang signifikan bagi Amar. Ia harus mempelajari berbagai keterampilan baru, termasuk desain game, pemrograman dasar dengan software Scratch, serta penyusunan storyboard dan flowchart.
Untuk mendukung pengembangan game ini, Amar melakukan pengamatan langsung terhadap berbagai flora dan fauna di Kota Bogor, mendokumentasikannya dalam bentuk foto close-up dan makro.
Penelitian menunjukkan bahwa game ini memberikan dampak positif terhadap nilai edukasi dan hiburan bagi siswa yang memainkannya.
Selain perannya sebagai asisten dosen, Amar juga aktif mengembangkan kompetensinya, baik yang sudah dimilikinya maupun yang ingin dikuasainya.
Ia mengikuti pelatihan tambahan untuk memperluas kemampuannya dan berencana untuk mendapatkan sertifikasi pemetaan drone dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia.
Amar memiliki ketertarikan dalam biodiversitas, khususnya dalam pengamatan terhadap flora dan fauna.
Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan harus terus berkembang agar dapat diterapkan di berbagai bidang.
Komitmennya untuk terus belajar mendorongnya untuk selalu mencari peluang baru dalam pengembangan diri dan memberikan kontribusi yang lebih besar.
Di samping itu, Amar memiliki impian besar dalam rencana jangka panjang nya untuk membangun agro-eco-edu-tourism, sebuah konsep wisata yang menggabungkan pertanian, ekologi, dan edukasi.
Ia berharap konsep tersebut dapat berkontribusi terhadap ekonomi lokal, konservasi lingkungan, serta pendidikan masyarakat.
Dengan menerapkan konsep tersebut, Amar ingin menciptakan lingkungan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi sarana edukasi yang menarik bagi generasi muda.
Ia percaya bahwa dengan melakukan pendekatan ini dapat menjadi solusi inovatif dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Bagi para generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya, Amar berpesan untuk selalu percaya pada potensi diri, berani memulai, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan yang telah diambil.
Amar juga menekankan pentingnya membangun jaringan dan selalu terbuka terhadap peluang baru.
Dengan tekad, inisiatif, dan dedikasi, siapa pun dapat mencapai impian serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Perjalanan Amar menjadi bukti bahwa kombinasi antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan. (***)
Penulis : Cigy Aiko Saraswati | J0401231003
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University