RADAR BOGOR - Dodik Ariyanto, S.T.P., M.Si. adalah seorang dosen di Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB University yang perjalanan hidupnya penuh dengan semangat inspirasi.
Lahir dari lingkungan dengan keterbatasan ekonomi keluarganya, Dodik membuktikan bahwa kerja keras, keyakinan, dan dukungan keluarga dapat mengantarkannya meraih prestasi gemilang di dunia akademik dan profesional.
Perjalanan akademik Dodik dimulai pada 2006 ketika ia menempuh pendidikan S1 Teknik Pertanian di IPB. Selama masa kuliah, selain belajar, ia juga aktif mengajar les privat sebagai bentuk pengabdian kepada ilmu pengetahuan dan untuk memastikan ilmunya tidak hilang.
Berbekal beasiswa beastudi etos, Dodik berhasil menyelesaikan studi S1 pada tahun 2010. Setelah lulus, ia sempat bekerja selama 6 bulan di perkebunan tebu di Majalengka, sebuah pengalaman yang membuka matanya terhadap dunia kerja nyata.
Tidak berhenti di situ, Dodik melanjutkan pendidikan S2 di IPB, mengambil jurusan Teknik Mesin Pertanian Pangan dengan dukungan beasiswa IMHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficience).
Dari tahun 2011 hingga 2014, ia mendalami penelitian mengenai kesuburan tanah dengan budidaya tanaman kacang tanah.
Selama masa studi S2, Dodik juga sempat mengembangkan bisnis toko online melalui platform seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada dengan menjual produk-produk seperti cetakan jelly dan wallpaper.
Pada tahun 2015 perjalanan kariernya kemudian membawanya ke KPU Jakarta Selatan, di mana ia bekerja selama satu tahun. Pada tahun 2021, bersama dukungan istri yang juga mendapatkan beasiswa BPI.
Dodik memulai studi S3 sembari mengajar di Universitas Djuanda, Ciawi, pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian di Fakultas Ilmu Pangan Halal.
Di semester 6 tahun 2023, ia menghadapi sebuah persimpangan karier; memilih antara melanjutkan studi S3 atau menjalani karir CPNS.
Dengan rekomendasi linear CPNS, Dodik memutuskan untuk bergabung sebagai dosen di Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer di Sekolah Vokasi IPB.
Kecintaan Dodik terhadap dunia pendidikan telah mengakar sejak masa S1, ketika ia memulai karirnya sebagai guru les privat.
Ia mengungkapkan bahwa kebahagiaan terbesar dalam hidupnya adalah saat berbagi ilmu kepada orang lain.
“Saya sangat senang ketika mengajar dan melihat langsung penerapan praktik di lapangan, bukan sekadar teori umum,” ujarnya.
Hal inilah yang mendorongnya memilih lingkungan pendidikan vokasi, karena di sinilah ia dapat mengintegrasikan pendekatan praktikum yang langsung bermanfaat bagi mahasiswa.
Perjalanan Dodik tidak lepas dari dukungan keluarga yang tulus. Istrinya, yang mengajaknya untuk melanjutkan studi S3 dan mendaftar CPNS bersamaan, merupakan inspirasi dan pendamping setia dalam setiap langkahnya.
Dukungan moral dan doa dari keluarga selalu menyertai, menguatkan keyakinan Dodik untuk terus berinovasi dan menghadapi tantangan yang ada.
Dodik pernah menghadapi keraguan dan komentar negatif di masa remajanya. Latar belakang pendidikan di lingkungan yang terbatas membuat banyak orang meragukan kemampuannya untuk menempuh pendidikan tinggi, terutama di perguruan tinggi ternama seperti IPB.
Meski dihadapkan pada keraguan tersebut termasuk anggapan bahwa “masa bisa kuliah sampai beres, paling entar berhenti di tengah jalan” ia membuktikan sebaliknya.
Dengan keberanian, kerja keras, dan dukungan beasiswa yang didapat secara tidak terduga, Dodik berhasil menempuh pendidikan tinggi dan meraih setiap jenjang akademik yang diimpikannya.
Dengan semangat untuk terus berbagi ilmu dan mengembangkan inovasi, Dodik tidak hanya membuktikan kemampuannya secara akademik, tetapi juga menetapkan standar baru dalam dunia pendidikan vokasi di Indonesia. (***)
Penulis : Andika Prasetya
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University