RADAR BOGOR - Ketertarikan terhadap ekonomi dan pariwisata menjadi awal perjalanan Muhammad Rio Adrian dalam memilih program studi Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB University.
Namun, ia baru menyadari bahwa Ekowisata tidak hanya tentang ekonomi dan pariwisata, tetapi juga ekologi.
Meskipun awalnya merasa salah jurusan, Rio tetap menikmati perjalanannya dalam bidang ekowisata ini. Bahkan, ia kini berperan sebagai asisten dosen.
Awal Mula Menjadi Asisten Dosen
Perjalanan Rio sebagai asisten dosen (asdos) Prodi Ekowisata berawal dari tawaran yang datang dari dosen pembimbingnya.
Saat itu, banyak mata kuliah baru yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar, sehingga ia pun tertarik untuk ikut serta.
Dengan semangat belajar dan membantu, Rio kini aktif mengajar mahasiswa angkatan 59 dan 60 dalam berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan ekowisata. Sebagai asisten dosen, Rio memiliki beragam tugas.
Ia bertanggung jawab dalam memandu praktikum mahasiswa angkatan bawah, memberikan penugasan, serta memberikan saran dan masukan terkait tugas mereka.
Selain itu, ia juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara dosen dan mahasiswa, memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan lancar.
Mata Kuliah dan Pengalaman Mengajar
Selama menjadi asisten dosen, Rio telah membantu dalam berbagai mata kuliah, termasuk Pemberdayaan Masyarakat, Metode Survei dan Analisis Data, serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Mata kuliah ini memiliki aspek praktis yang cukup kuat, sehingga keterlibatan asisten dosen sangat dibutuhkan untuk membantu mahasiswa dalam memahami materi dan menerapkannya di lapangan.
Menariknya, Rio mengaku bahwa ia tidak menemukan tantangan yang berarti selama menjadi asisten dosen.
Baginya, pengalaman ini justru menyenangkan karena memberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak, sekaligus membantu mahasiswa lainnya dalam memahami materi dengan lebih baik.
Cara Berinteraksi dengan Mahasiswa
Salah satu tantangan dalam menjadi asisten dosen Prodi Ekowisata adalah bagaimana menempatkan diri dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Rio memahami bahwa ada perbedaan dalam cara berkomunikasi di dalam dan di luar kelas.
“Kalau di dalam kelas, saya harus lebih sopan, formal, dan tertib, karena saya membawa tanggung jawab sebagai asisten dosen. Namun, di luar kelas, saya bisa lebih santai dan berinteraksi seperti teman biasa,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, ia dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman tanpa kehilangan profesionalisme dalam mengajar.
Penelitian dan Proyek Skripsi
Selain menjadi asisten dosen, Rio juga terlibat dalam penelitian yang berkaitan dengan skripsinya. Ia meneliti pengembangan ekowisata heritage, dengan fokus pada bagaimana sebuah destinasi wisata dapat dikembangkan berdasarkan potensi yang dimilikinya.
Dalam penelitian ini, ia mengunjungi berbagai tempat wisata untuk mengumpulkan data mengenai potensi yang bisa dikembangkan, pendapat wisatawan, serta tingkat minat kunjungan.
Melalui penelitian ini, Rio semakin memahami bahwa ekowisata bukan hanya tentang pariwisata semata, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara lingkungan dan pengalaman wisata yang berkelanjutan.
Sosok yang Menginspirasi
Dalam perjalanan akademiknya, Rio sangat terinspirasi oleh dosen pembimbingnya, almarhum Pak Insan.
Baginya, Pak Insan adalah sosok yang sangat berdedikasi dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa, mulai dari praktikum hingga penyusunan skripsi.
Keuletan dan semangat beliau dalam membantu mahasiswa menjadi inspirasi bagi Rio untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Pengalaman Berkesan di Ekowisata
Dari berbagai pengalaman selama kuliah, salah satu yang paling berkesan bagi Rio adalah Praktikum Umum Ekowisata. Dalam praktikum ini, ia berkesempatan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata guna mengumpulkan data mengenai tempat wisata tersebut.
Tak hanya sekadar melihat destinasi wisata dari sisi pariwisata, ia juga belajar tentang ekosistem yang ada di dalamnya, termasuk makhluk hidup yang menghuni wilayah tersebut.
Menurutnya, pengalaman ini sangat membuka wawasan dan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai konsep ekowisata yang sesungguhnya.
Ia belajar bahwa pariwisata yang berkelanjutan harus memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pesan untuk Mahasiswa yang Ingin Terjun ke Dunia Ekowisata
Bagi mahasiswa yang tertarik untuk menekuni dunia ekowisata, Muhammad Rio Adrian memiliki pesan penting.
“Kalau memang tertarik, terutama di bidang pariwisata, jangan takut. Ekowisata itu gak semenakutkan dan seribet yang dibayangkan. Justru, bidang ini sangat seru dan menyenangkan. Kita bisa enjoy, sekaligus belajar banyak hal baru,” tuturnya.
Rio ingin menekankan bahwa ekowisata bukan hanya tentang perjalanan wisata, tetapi juga bagaimana mengelola pariwisata dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Menteri dan DEN untuk Siapkan Deregulasi Penghambat Bisnis
Dengan semangat belajar dan eksplorasi, siapa pun bisa menikmati perjalanan akademik dan profesional dalam bidang ini.
Perjalanan Muhammad Rio Adrian sebagai mahasiswa Ekowisata dan asisten dosen membuktikan bahwa terkadang pilihan awal tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.
Namun, dengan sikap terbuka dan semangat untuk belajar, setiap pengalaman bisa menjadi kesempatan untuk berkembang.
Dari merasa “salah jurusan” hingga menjadi bagian dari tenaga pengajar, Rio telah menemukan passion-nya dalam dunia ekowisata dan terus berkontribusi untuk membantu mahasiswa lainnya memahami bidang ini dengan lebih baik. (***)
Penulis : Gaizka Meilita Salma
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB