Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang SPMB, Sekolah di Kota Bogor Diminta Tidak Manipulasi Nilai Raport Siswa

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 18 April 2025 | 12:10 WIB
Ketua PGRI Kota Bogor Ade Sutisna meminta sekolah tak memanipulasi nilai raport untuk SPMB
Ketua PGRI Kota Bogor Ade Sutisna meminta sekolah tak memanipulasi nilai raport untuk SPMB

RADAR BOGOR - Sistem Penerimaan Siswa Baru atau SPMB bakal segera dimulai. Sejumlah permasalahan yang kerap terjadi menjadi sorotan. Salah satunya manipulasi nilai raport siswa.

Seperti diketahui, nilai raport menjadi salah satu akses untuk bisa masuk sekolah negeri. Ini menjadi syarat jika siswa ingin menggunakan jalur prestasu akademik di SPMB 2025.

Namun didalam prakteknya, tidak sedikit oknum guru melakukan praktek kecurangan SPMB lewat skema ini. Hal itu diakui Ketua PGRI Kota Bogor, Ade Sutisna.

“Ini yang sering jadi masalah, kadang-kadang iseng rapotnya diciptakan sedemkian rupa, tidak sesuai dengan apa yang terjadi” jelas Ade pada Radar Bogor, Jumat (18/4/2025).

Ade menerangkan, manipulasi nilai rapot telah melanggar kode etik sebagai guru. Praktek ini disebutnya tidak bisa terus dinormalisasi. Integritas tenaga pendidik harus dijunjung tinggi.

Tingkat prestasi siswa dinilai bukan hanya mengacu pada selembar kertas saja. Ade menegaskan manipulasi rapot dapat mengancam pendidikan karakter siswa.

“Dari kecil anak sudah diajari curang gimna besarnya nanti, janganlah praktek manipulasi nilai terus terjadi saya paling tidak suka,” ujar Ade saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Ade meminta kepada seluruh sekolah untuk berlaku apa adanya terhadap nilai siswa. Sebab ini juga akan berkaitan erat dengan aktifitas pembelajaran siswa dijenjang berikutnya.

“Misalnya nanti pas masuk SMP Negeri nilainya tinggi, tapi pas belajar justru nilainya kecil, kan ini dapat mencoreng nama baik sekolah sebelumnya,” tegas Ade.

Seluruh pihak diminta Ade untuk bisa ikut menciptakan iklim SPMB yang bersih. Praktek kecurangan yang kerap terjadi harus diminimalisir, agar tidak membuat gaduh dalam pelakasanannya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pgri #spmb