Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bahas Isu-isu Kesehatan Masyarakat, FK UKI Kupas Tuntas Strategi Nasional dan Peran Gizi Cegah TBC

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 20 April 2025 | 19:25 WIB
FK UKI menggelar webinar Semaring #16 bertajuk “Kok TBC Masih Ada Ya?” pada Sabtu (19/4/2025).
FK UKI menggelar webinar Semaring #16 bertajuk “Kok TBC Masih Ada Ya?” pada Sabtu (19/4/2025).

RADAR BOGOR – Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan besar dalam sistem Kesehatan di Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) menggelar webinar Semaring #16 bertajuk “Kok TBC Masih Ada Ya?” pada Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi publik dengan pembahasan komprehensif. Mulai dari strategi nasional hingga pentingnya peran gizi dalam mencegah TBC.

Webinar menghadirkan lima pemateri dari berbagai latar belakang yang membahas TBC dalam angka, dinamika kelompok kerja, peran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), imunisasi BCG, serta pendekatan gizi dalam menekan penyebaran penyakit menular tersebut.

Ketua panitia kegiatan, Bintang Mahabuana Yuda Prakasa, menjelaskan Semaring merupakan program rutin Ilmu Kedokteran Komunitas FK UKI.

Webinar ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa dan masyarakat tentang isu-isu kesehatan masyarakat.

“Kali ini, kami mengangkat tema TBC agar kita semua memahami bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman nyata dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk penanganannya,” ujarnya.

Ia menyebut, topik bahasan dalam Semaring ke-16 sangat relevan dengan kondisi lapangan. Termasuk strategi yang dijalankan oleh pemerintah dan fasilitas kesehatan primer.

“Diharapkan, diskusi ini menjadi bekal untuk tindakan nyata dalam pencegahan TBC,” tambah Bintang.

Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas FK UKI, dr. Vidi Posdo Simarmata, menegaskan komitmen FK UKI dalam pengendalian TBC melalui pendekatan holistik. Hal itu diwujudkan dengan kegiatan Semaring untuk membahas tuntas TBC dan penanganannya.

“Semaring adalah bagian dari upaya kami mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada penanganan penyakit tropis dan stunting,” katanya.

Dalam sesi pemaparan, dr. Lianna Chandra dari Puskesmas Pulo Armyn, Kota Bogor, menyampaikan kondisi terkini TBC di Indonesia.

Saat ini lebih dari satu juta kasus dan 125 ribu kematian terjadi setiap tahun.

"Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia. Provinsi di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan menjadi penyumbang kasus terbesar,” tuturnya.

Ia menjelaskan Puskesmas berperan penting dalam menekan angka kasus melalui program penemuan, pengobatan, dan pencegahan. Mereka melakukan penemuan kasus secara pasif dan aktif.

"Salah satu contoh penemuan aktif adalah penyebaran pot dahak kepada keluarga pasien dan deteksi melalui teknologi AI,” ujar dr. Lianna.

Pengobatan TBC di fasilitas kesehatan primer pun mengikuti standar Kementerian Kesehatan. Seperti obat diberikan secara gratis selama enam bulan, dengan pengawasan ketat dari kader TBC.

“Kami juga mengedukasi pasien dan keluarganya agar memahami pentingnya pengobatan tuntas,” tambahnya.

Untuk pencegahan, imunisasi BCG, terapi pencegahan TBC (TPT), serta promosi kesehatan tentang PHBS menjadi langkah-langkah penting yang dijalankan.

Selain itu, data capaian program TBC di Puskesmas menunjukkan hasil cukup menggembirakan.

"Beberapa indikator sudah melampaui target. Jika ada yang belum tercapai, kami segera lakukan tindak lanjut bersama dinas kesehatan,” jelasnya.

Webinar ini juga membahas peran gizi dalam membangun daya tahan tubuh terhadap infeksi TBC. Asupan nutrisi yang baik menjadi faktor pendukung penting bagi pasien maupun kelompok rentan.

Kegiatan Semaring #16 menjadi ruang diskusi produktif yang memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat.

FK UKI berharap, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong langkah nyata menuju eliminasi TBC di Indonesia. (uma)

Editor : Alpin.
#kesehatan #fakultas kedokteran #universitas Kristen indonesia