RADAR BOGOR - Praktek manipulasi nilai rapot dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) lazim terjadi di Kota Bogor.
Prilaku curang yang dilakukan pihak sekolah ini pun diakui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irwan Riyanto menjelaskan nilai rapot menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menempu jalur prestasi akademik di SPMB.
Namun dalam prakteknya Irwan mengatakan ada saja oknum sekolah yang memanfaatkan akses tersebut untuk berbuat curang. Meninggikan nilai rapot akhir siswa misalnya.
Sepengalamannya, praktek manipulasi nilai rapot disebut Irwan biasa terjadi pada siswa yang mau masuk ke jenjang SMP ataupun SMA negeri.
Agar tidak terjadi lagi, Irwan memberikan garansi di SPMB tahun 2025 pihaknya akan rutin melakukan monitoring. Dan jika terbukti ada kecurangan maka tidak segan bakal diberi sanksi tegas.
“Pesertanya bakal kami coret atau blacklist, ini sudah kami sampaikan ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor baik negeri maupun swasta melalui pengawas,” beber Irwan Riyanto.
Manipulasi nilai rapot menjadi persoalan yang akan menjadi fokus Disdik di SPMB tahun ini.
Irwan mengatakan sekolah harus memberikan pelajaran tentang pentingnya nilai kejujuran kepada siswa.
“Dan manipulasi rapot bukan cuma tidak jujur tapi ini tidak adil. Praktek ini akan sangat berbahaya untuk pendidikan karakter siswa,” tegas Irwan pada Radar Bogor, Senin (21/4/2025).
Irwan meminta kepada seluruh pihak untuk ikut terlibat aktif dalam menciptakan iklim SPMB yang bersih. Jika ada temuan indikasi kecurangan dia meminta untuk segera dilaporkan.
Disisi lain, Irwan mengatakan pelaksanakaan SPMB bakal mulai berlangsung di bulan Juni mendatang. Pada bulan April ini petunjuk teknisnya ditargetkan rampung.
“Sekarang lagi proses untuk persiapan. Mei kita mulai sosialisasi. Juni insya allah akan kita mulai, tolong semuanya ikut aktif untuk mensukeskan SPMB,” pungkasnya.(rp1)