RADAR BOGOR - Bantuan dana untuk siswa miskin di Kota Bogor kembali bergulir. Tahun ini, program bantuan dana untuk siswa miskin bakal direalisasikan pada akhir April 2025.
Sekretaris Daerah Kota Bogor Hanafi, menyebut bantuan dana tersebut dikhususkan untuk membantu siswa dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan sekolahnya.
Namun sebelum pencairan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pertama pihak sekolah harus merekomendasikan nama-nama siswa yang akan menerima manfaat.
Kemudian siswa tersebut memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Berkasnya kemudian di upload ke aplikasi Sahabat milik Pemerintah Kota Bogor.
“Sekolah jangan sampai telat upload, karena ada batas waktunya, dan ini masalah yang kerap kali muncul. Kami menginginkan anak-anak di Kota Bogor sekolah semua,” jelas Hanafi pada Radar Bogor.
Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Kota Bogor Abdul Wahid menjelaskan bantuan dana siswa miskin ini dikhususkan untuk mereka yang mengenyam pendidikan di SMA sederajat. Dan hanya untuk sekolah swasta saja.
Mereka yang sudah duduk di bangku kelas 12 juga tidak bisa mendapat bantuan ini. Wahid membeberkan berdasarkan data yang dikantongi sekira 3 ribu siswa yang siap menerima manfaat.
“Uang yang diterima per orang itu Rp1 juta. Dicairkannya langsung ke rekening sekolah. Jadi sudah tidak berbentuk cash lagi,” terang Wahid kepada Radar Bogor di Dinas Pendidikan Kota Bogor, Selasa (22/4/202).
Wahid mengungkapkan bantuan dana untuk siswa miskin ini hanya dicairkan satu tahun sekali. Oleh karenanya seluruh sekolah diminta untuk teliti saat mendaftarkan nama nama siswanya.
“Jangan sampai karena ketidak fahamaan sekolah sehingga akhirnya terhambat. Ujung ujungnya pemerintah nanti disangka lambat atau tidak mengakomodir,” ucapnya.
Lewat program ini Wahid berharap tidak ada lagi siswa di Kota Bogor yang harus putus sekolah karena ekonomi. Dia memberikan garansi pihaknya akan selalu hadir untuk mengatasi persoalan tersebut.(rp1)
Editor : Alpin.