RADAR BOGOR - SMP Bumi Sejahtera Bogor diisukan bakal melaksanakan Study Tour ke Museum Pancasila Jakarta. Program yang sudah direncanakan SMP Bumi Sejahtera Bogor, ini direncanakan berlangsung pada bulan April 2025.
Namun program pembelajaran luas kelas yang digagas SMP Bumi Sejahtera Bogor ini justru dikeluhkan sejumlah wali murid.
Wali murid SMP Bumi Sejahtera Bogor mengaku keberatan atas biaya yang harus dibayarkan.
Berdasarkan informasi yang diterima Radar Bogor, study tour SMP Bumi Sejahtera perlu merogoh kocek Rp 450 ribu per orang. Dan aturan ini disebut mereka terkesan memaksa.
Bukan cuma itu, pelaksanaan study tour SMP Bumi Sejahtera dinilai melanggar aturan yang telah berlaku.
Sebab, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah terang-terangan melarang pelaksanaan program tersebut.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Dinas Pendidikan Kabapaten Bogor, Muchlis, membenarkan terkait aturan tersebut.
Kalaupun mau melaksanakan study tour, maka lokasinya harus di area Jawa Barat.
“Itupun tidak wajib, kalau wali murid tidak mampu tidak boleh dipaksan. Dan sekolah dilarang melakukan kaya gitu,” jelas Muchlis kepada Radar Bogor, Selasa (23/4/2025) malam.
Sebelum mengambil satu tindakan, Muchlis menjelaskan pihaknya bakal bertabayun dulu dengan SMP Bumi Sejahtera Bogor.
Artinya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, segeran menelusuri kebenaran informasi yang beredar.
Saat dikonfirmasi Radar Bogor, pihak sekolah pun tidak membantah terkait rencana pelaksanaan study tour. Hanya saja program tersebut disebutnya sudah dibatalkan.
“Kami mengikuti arahan dari Gubernur untuk tidak melaksanakan study tour. Maka kami batalkan,” tutur salah seorang Guru SMP Bakti Sejahtera, Nurjanah saat ditemui Radar Bogor, Rabu (24/4/2025).
Nurjanah membantah soal isu pemaksaan study tour. Sebab, dia mengutarakan program ini sebelumnya sudah didiskusikan dengan seluruh walu murid. Mulai dari lokasinya hingga biayanya.
Bahkan ada surat permohonan izin dari pihak sekolah untuk melaksanakan study tour. Jika wali murid tidak berkenan, maka selembar kertas tersebut boleh tidak ditanda tangan.
“Dari tahun-tahun sebelumnya juga begitu, bahkan kami berangkatkan gratis bagi siswa yang memiliki keinginan kuat, tapi orang tuanya tidak mampu, dan pada tahun ini study tour kami batalkan,” pungkas guru SMP Bumi Sejahtera Bogor ini.(rp1)
Editor : Alpin.