RADAR BOGOR - Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April dan Hari Bumi Sedunia 22 April 2025, Bamboo Sanctuary Pancawati menggelar kegiatan diskusi edukatif dan inspiratif.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kelompok Mahasiswa Pemerhati Herpetofauna (KMPH) Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor ini berlangsung sukses.
Diskusi ini mengangkat tema "Yuk Lestarikan Bumi: Dengan Meningkatkan Peran Wanita dalam Penanganan Gangguan Satwa Ular Akibat Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Tidak Berkelanjutan”.
Acara ini diselenggarakan terbuka untuk umum dan gratis, dan menjadi momentum kolaboratif antara mahasiswa, akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum dalam menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan serta peran aktif perempuan dalam konservasi.
Kegiatan yang berlangsung di NODE CAFE & LOUNGE / BAMBOO SANCTUARY PANCAWATI, Kabupaten Bogor, ini berjalan lancar dan penuh antusiasme dari pukul 13.30 hingga 17.00 WIB.
Acara diinisiasi Bamboo Sanctuary Pancawati, dengan Yuhika Afrisky sebagai Ketua Pelaksana dan dipandu Kasi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Sukaresmi Yani Maryani, S.Hut., M.M.
Adapun narasumber inspiratif dari kalangan mahasiswa pecinta reptil, yaitu Angga Abdi Pratama – Ketua KMPH, Safrida Tazkya Assilmi – Mahasiswi pencinta reptil dan Nur Asyuroh – Mahasiswi pencinta reptil.
Diskusi semakin menarik dengan kehadiran pakar konservasi dan ekowisata, yakni Drs Teguh Hartono.
Acara juga dimeriahkan penampilan musik akustik dari Rizki Chandra Bugis. Sejumlah tokoh penting turut hadir dan mendukung jalannya acara, di antaranya Manager Operasional Bamboo Sanctuary.
Kemudian Dr. Ratna Sari Hasibuan selaku Pembina KMPH, yang juga menyampaikan sambutan penuh motivasi.
Hadir juga Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa, Dr. Sofian Iskandar – Ketua Forum Bekantan Indonesia.
Agus Prana Mulya, S.E., M.M selaku Ketua Yayasan Rasaning Rasa, dan masyarakat Desa Pancawati.
Namun demikian, Daniel Arjuna Filgo, selaku General Manager Bamboo Sanctuary Pancawati, berhalangan hadir pada acara tersebut.
Salah satu highlight kegiatan adalah sesi interaksi langsung dengan berbagai jenis reptil, seperti ular, kadal, iguana, dan satwa eksotis lainnya.
Anak-anak hingga orang dewasa sangat antusias mengenal lebih dekat hewan-hewan ini secara aman dan edukatif bersama tim KMPH.
Peserta juga mendapatkan berbagai manfaat, antara lain: E-Certificate, Materi presentasi (PPT), Interaksi edukatif dengan satwa, Relasi dan networking konservasi.
Acara ini menjadi refleksi nyata bahwa konservasi lingkungan dan penanganan gangguan satwa membutuhkan partisipasi lintas usia, profesi, dan gender, dengan perempuan sebagai agen perubahan yang berdaya dan berpengaruh.(*)
Editor : Alpin.