Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Temu Ilmiah Nasional, IPB University Dorong Peran Komunikasi Pembangunan untuk Perubahan Sosial

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 29 April 2025 | 15:12 WIB
Temu Ilmiah Nasional yang digelar IPB University, Selasa (29/4/2025).
Temu Ilmiah Nasional yang digelar IPB University, Selasa (29/4/2025).

RADAR BOGOR – IPB University menggelar Temu Ilmiah Nasional bertajuk Menyuarakan yang Tak Didengar, Selasa (29/4/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan IPB University ini menyoroti peran strategis komunikasi pembangunan dalam mendorong perubahan sosial.

Temu Ilmiah Nasional diinisiasi oleh Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB University bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (Forkapi).

Forum ini disebut sebut menjadi ajang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta penguatan jejaring antar akademisi dan praktisi dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Panitia, Dwi Retno Hapsari menjelaskan, forum ini juga menjadi ruang lahirnya pendekatan khas komunikasi pembangunan yang disebut mazhab Bogor, yang dirumuskan berdasarkan konteks lokal Indonesia.

“Komunikasi pembangunan tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi mencakup berbagai sektor untuk mendorong perubahan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam forum ini, dibahas 17 teori komunikasi pembangunan yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan konteks Indonesia.

Teori-teori tersebut menjadi dasar untuk memahami dinamika sosial dan strategi pemberdayaan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang termarginalkan.

“Tujuan utama dari komunikasi pembangunan adalah mendorong perubahan perilaku dan sosial melalui proses pemberdayaan. Karena itu, tema besar kami adalah menyuarakan yang tak didengar,” lanjut Dwi Retno.

Temu Ilmiah ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, alumni, serta praktisi yang berkecimpung langsung di lapangan.

Forum ini juga menjadi ajang dialektika antara teori dan praktik, serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Prof Dr Sofyan Sjaf menambahkan, kampus memiliki tanggung jawab besar dalam membangun narasi hasil penelitian agar dapat memengaruhi kebijakan publik.

“Peradaban sebuah bangsa bisa berjalan baik jika sistem pendidikannya berjalan dengan benar. Buku Komunikasi Pembangunan: Menyuarakan yang Tak Didengar adalah bentuk konkret menyuarakan suara-suara minoritas,” ujarnya.

Prof Sofyan menilai bahwa di era digital saat ini, temuan-temuan kampus harus disuarakan kepada para pemangku kebijakan.

“Tradisi kampus adalah menulis buku yang berkualitas. Divisi Komunikasi dan Penyuluhan SKPM sudah memulainya dengan baik, dan semoga terus konsisten,” tambahnya.

Forum ini diharapkan dapat digelar rutin setiap tahun, sebagai bagian dari gerakan kolektif untuk memperkuat peran komunikasi dalam pembangunan Indonesia.

IPB University juga menargetkan lahirnya seri buku komunikasi pembangunan sebagai rujukan nasional dalam bidang ini.(rp1)

Editor : Alpin.
#Temu Ilmiah Nasional #komunikasi #ipb university