RADAR BOGOR - Dugaan penyelewengan dana PIP (Program Indonesia Pintar) rupanya masih saja terjadi di Kabupaten Bogor.
Praktek menyunat dana PIP ini disebut-sebut jadi penghambat pengembangan sektor pendidikan di bumi Tegar Beriman.
Hal itu diutarakan Aktifis Sosial Ronald A Sinaga. Tidak tanggung-tanggung pria yang akrab disapa Broron itu memaparkan bahwa dana PIP yang nyaris saja disunat oleh oknum sekolah mencapai diangka miliaran rupiah.
“Terakhir kami berhasil menyelamatkan dana dari hasil dugaan penyelewengan dana PIP sebesar Rp10 miliar, ini hanya disatu kecamatan saja ya, belum yang lain,” beber Broron.
Broron mengaku hingga saat ini pihaknya masih saja menerima laporan terkait dugaan penyelewengan dana PIP. Ini terjadi dihampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
“Masih banyak laporan yang lain masuk, kami belum sempat kejar, tapi kami akan kejar terus pelaku-pelaku keji model begitu,” tegas Broron.
Para penyelenggara pendidikan diminta untuk mempraktekan prilaku jujur. Broron menerangkan jika dugaan penyelewengan dana PIP masih terus terjadi, maka akan menjadi masalah terhadap pendidikan karakter siswa.
“Jadi saya harapkan para sekolah dan pengurus sekolah, jadilah guru yang baik. Yang jujur dan tetap berikan hak anak sesuai dengan peraturan,” terang Broron pada Radar Bogor.
Bukan cuma itu, Broron juga mendesak kepada para penyelenggara pendidikan untuk tidak melakukan praktek pungutan liar (Pungli).
Dia mengimbau untuk tidak meminta uang diluar aturan perundang undangan yang telah berlaku.
“lebih peka terhadap kondisi keuangan siswa kalau ga sanggup bayar ini bayar itu, jangan dipaksanakan, kasian mereka,” ujarnya.
Perhatian Bupati Bogor di sektor pendidikan diharapkan lebih serius dalam hal ini. Broron menegaskan sebab semua masih dalam pengawasan dan kewenangan pucuk pimpinan Bumi Tegar Beriman. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin