RADAR BOGOR - Skema pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Masyarakat atau PKBM dinilai dapat meminimalisir biaya pendidikan. Hal ini, mendorong Pemkot Bogor untuk terus mengembangkannya.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim memberikan garansi bahwa ke depan, tiap-tiap kelurahan akan didorong untuk mendidirikan PKBM.
“Kita ingin PKBM menyebar ke 68 kelurahan. Tentu tujuannya agar mereka bisa terjangkau di seluruh wilayah Kota Bogor. Meminimalkan biaya. Mereka harus mendapat hak yang sama,” bebernya.
Yantie menerangkan, di PKBM, siswa tidak hanya diajarkan pelajaran akademis, tetapi juga dibentuk karakter dan adab yang baik. Sehingga, mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang baik.
“Bagaimana adab dengan orang tua, bagaimana dengan teman dan lingkungan masyarakat, belajar sopan santun,” ujarnya
Pendidikan disebut Yantie Rachim, adalah hak setiap anak bangsa. Karena itu, PKBM menjadi salah satu wadah untuk menampung mereka yang masih ingin menimba ilmu pengetahuan.
Tanpa mengenal usia, jenjang pendidikan terakhir, maupun tempat tinggal, PKBM terbuka untuk semua. Beberapa keunggulan tersebut dipandang Yantie perlu terus dikembangkan.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Dinas Pendidikan Kota Bogor menerangkan bahwa memang saat ini baru ada 38 lembaga PKBM yang telah beroprasi.
Dari 38 lembaga PKBM itu, semua didirikan oleh pihak swasta. Sementara yang berstatus negeri masih minim. Bahkan hanya ada satu yang telah beroprasi.
“Total PKBM yg terdata di Disdik Kota Bogor ada 38 PKBM, terdiri dari 37 PKBM kelolaan swasta dan 1 SKB kelolaan negeri,” singkat Humas Disdik Kota Bogor, Irvan Verdian saat dikonfirmasi Radar Bogor, Selasa (6/5/2025). (rp1)
Editor : Yosep Awaludin