Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Sejarah 7 Madrasah Tertua di Indonesia, Warisan Pendidikan Islam

Ira Yulia Erfina • Jumat, 9 Mei 2025 | 06:55 WIB
Madrasah tertua di Indonesia menjadi bukti sejarah perjuangan menyebarkan nilai-nilai Islam di Indonesia.
Madrasah tertua di Indonesia menjadi bukti sejarah perjuangan menyebarkan nilai-nilai Islam di Indonesia.
 
RADAR BOGOR – Jejak pendidikan Islam di Indonesia sudah berakar sejak awal abad ke-20, tempat pendidikan yang dinamakan madrasah menjadi satu wadah menyebarkan agama Islam.
 
Madrasah tak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tapi juga menjadi pusat gerakan pembaharuan dan kebangkitan umat. Berikut sejarah madrasah tertua di Indonesia.

Madrasah Adabiah 1909, Padang

Madrasah Adabiah menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan pendidikan Islam di ranah Minangkabau. Didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad pada tahun 1909, kemudian bertransformasi menjadi Hollands Inlandsche School (HIS), yang menjadi sekolah rakyat pertama di Minangkabau.

Madrasah ini memadukan pelajaran umum dan agama Islam. Adabiah tidak hanya menjadi pelopor pendidikan Islam berbasis kurikulum nasional, tetap juga menjadi salah satu lembaga pendidikan modern pertama di Indonesia yang mendorong kemajuan intelektual umat pada masa penjajahan.

Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) 1911, Yogyakarta

Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 1 Desember 1911. MIDI dikenal sebagai “Sekolah Agama Modern” pertama di Indonesia.

MIDI memadukan pendidikan agama dan umum dalam satu sistem pengajaran. Sebagai sekolah rakyat, MIDI membuka akses pendidikan bagi anak-anak pada masa kolonial.

MIDI menjadi pelopor lahirnya madrasah-madrasah di Indonesia hingga kini warisan pendidikan ini terus berkembang melalui jaringan sekolah Muhammadiyah di seluruh nusantara.

Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah 1914, Jakarta

Syekh Ahmad bin Muhammad As-Surkati Al-Anshary mendirikan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah pada tahun 1914 di Jakarta bersama sahabat-sahabatnya.

Madrasah ini menjadi cikal bakal berdirinya organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyah. Sejak awal Al-Irsyad berfokus pada pemurnian tauhid, ibadah dan amaliah Islam.

Madrasah Al-Irsyad bergerak di bidang pendidikan dan dakwah dan menjadi pelopor gerakan Islam modern di Indonesia. Hingga kini peran madrasah Al-Irsyad terus berlanjut dalam mencetak generasi muslim yang berilmu dan berakhlak.

Madrasah Nahdlatul Wathan (MNW) 1916, Surabaya

Madrasah ini didirikan pada tahun 1916 di Surabaya oleh KH. Wahab Hasbullah. Sebelumnya, KH. Wahab berkenalan dengan Mas Mansur yang seorang tokoh muda yang baru kembali dari Mesir.

Keduanya sepakat mendirikan organisasi Jam’iyyah Nahdlatul Wathan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam melalui Madrasah. Organisasi ini memperoleh status legal pada tahun yang sama dan mendirikan madrasah resmi di Surabaya.

Yayasan Perguruan Islam MALNU 1916, Pandeglang

Mathla’ul Anwar didirikan pada 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten oleh KH. Mas Abdurrahman bin Mas Jamal, KH. Entol Mohammad yasin,Kh. Tb. Muhammad Soleh, dan sejumlah ulama lainnya sebagai respon terhadap penderitaan rakyat akibat penjajahan belanda.

Lahir dari semangat membangkitkan umat melalui pendidikan Islam, lembaga ini telah memiliki madrasah sebelum bergabung dengan NU pada 1928 yang dilaporkan kepada utusan HBNO saat peresmian cabang NU Pandeglang.

Awanya bernama “Mathla’ul Anwar”, lembaga ini kemudian dikenal sebagai yayasan Perguruan Islam MALNU (Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama). Saat ini, MALNU menjadi organisasi pendidikan dan dakwah Islam yang menaungi ratusan madrasah dan pesantren di seluruh Indonesia.

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta 1918, Yogyakarta

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1918 dengan nama awal “Qismul Arqa”. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Pondok Muhammadiyah (1920), kemudian menjadi “Kweekschool Muhammdijah” (1924).

Pada kongres Muhammadiyah tahun 1930 di Yogyakarta, lembaga ini resmi bernama “Madrasah Mu’aimin Mu’alimat Muhammadiyah”. Empat tahun kemudian, dalam Kongres Muhammadiyah ke-23 tahun 1934, sekolah ini ditegaskan sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah.

Lembaga ini berada langsung di bawah naungan pimpinan pusat Muhammadiyah. Sejak awal, Mu’alimin menjadi pusat pengkaderan ulama dan pemimpin masa depan Muhammadiyah.

Madrasah Qudsiyah 1919, Kudus

Madrasah Qudsiyyah didirikan pada tahun 1919 di Kudus oleh para ulama terkemuka sebagai respon atas kebutuhan pendidikan Islam yang kuat di tengah penjajahan saat itu. Madrasah ini dipimpin langsung oleh K. H. R. Asnawi sebagai kepala sekolah. Dibangun bersama tokoh-tokoh seperti K.H Shafwan Duri, K.H. Kamal Hanbali, R.H. Dahlan, dan H. Zaini Asnawi.

Sejak awal Qudsiyyah menekankan pentingnya penguasaan ilmu agama yang dibarengi dengan pembentukan karakter Islami. Reputasinya terus tumbuh hingga menjadi rujukan pendidikan pesantren di Jawa Tengah. Dari madrasah inilah lahir generasi ulama dan tokoh masyarakat yang berkontribusi besar bagi umat dan bangsa.

Editor : Eka Rahmawati
#Tertua #madrasah #sejarah