RADAR BOGOR - Lantunan bacaan talbiyah terdengar menggema di TK IT Birrul Waalidain. Lapangan sekolah disulap menyerupai arena pelaksanaan ibadah haji. Bahkan adapula bangunan Kakbah di dalamnya.
Para siswa TK IT Birrul Waalidain diajak untuk merasakan menjadi tamunya Allah. Mereka tengah belajar tata cara pelaksanakaan ibadah rukun islam ke 5, lewat program manasik haji cilik.
Program tersebut telah rutin dilaksanakan TK IT Birrul Waalidain. Kali ini manasik haji cilik berlangsung pada, Rabu (21/5/2025). Para siswa pun tampak sumringah saat mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala TK IT Birrul Waalidain, Lilis Linawati, menerangkan ada 180 orang yang terlibat jadi peserta.
Sebanyak 60 siswa berasal dari anak usia dini, dan sisawanya pelajar kelas 1 dan 2 yang berada dalam satu yayasan.
“Dan kami melibatkan anak SMP juga, masih satu yayasan, cuma mereka bertugas sebagai pembimbing kloter. Siswa-siswa itu sebelumnya sudah mendapat pembekalan,” terang Lilis.
Semua yang terlibat kompak mengenakan kostum bak jemaah haji. Bagi peserta laki-laki, menggunakan pakaian ihram sepanjang satu setengah meter. Dan yang perempuan berbusana muslim putih.
Seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji turut dipraktekan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari towaf berekeliling kakbah, syai atau lari-lari kecil, hingga para siswa juga belajar tata cara melempar jumroh.
“Kami ajarkan bahwa lempar jumroh itu ada 3 kali, semua kami ajarkan termasuk doa-doa dari setiap rangkaian pelaksanaan ibadah haji,” jelas Lilis pada Radar Bogor.
Lilis menerangkan program rutinannya itu bertujuan untuk memantik rasa cinta para siswanya terhadap baitullah. Sebab menurutnya tidak semua orang punya perasaan tersebut.
Dan rasa itu dipandang Lilis perlu ditanamkan sejak dini. Besar harapan seluruh civitas akademik TK IT Birrul Waalidain diberi kesempatan untuk bertandang ke dua kota suci, Makkah Al Mukaromah, dan Madinah Al Munawaroh.
“Iya semoga dengan adanya ini Allah SWT dapat memberikan kesempatan untuk menjadi tamunya. Bisa melaksanakan ibadah haji, yang merupakan rukun islam ke 5,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin