Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Marak Siswa Putus Sekolah di Kota Bogor, Dewan Sebut Bertentangan dengan RPJPD 2025-2045

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 23 Mei 2025 | 15:06 WIB
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Rezky Kartika.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Rezky Kartika.

RADAR BOGOR - Angka siswa putus sekolah di Kota Bogor terbilang tinggi. Dalam setahun jumlah warga yang tidak melanjutkan pendidikan mencapai 599 orang.

Data tersebut dikeluarkan langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor. Ratusan siswa yang tidak putus sekolah itu hasil perhitungan sepanjang tahun 2024 kemarin.

Persoalan tersebut menuai sorotan dari berbagai pihak. Termasuk Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Rezky Kartika.

Rezky mengaku prihatin atas persoalan tersebut. Dia pun menegaskan seharusnya di Kota Bogor tidak boleh ada anak yang tidak bisa bersekolah.

Sebab menurutnya, hal itu, bertentangan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025 - 2045 yang mengusung visi Kota Bogor sebagai Kota sains berkelanjutan.

“Dengan tujuan pembangunan adalah menciptakan kota pendidikan, maka adanya kejadian ini sangat memprihatinkan. Sehingga kedepannya, tidak boleh ada anak yang tidak bisa bersekolah di Kota Bogor,” kata Rezky kepada Radar Bogor, Jumat (23/5/2025).

Sebagai salah satu anggota DPRD Kota Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bogor Selatan, Rezky pun tidak menampik bahwa dirinya beberapa kali mendapati adanya kasus ini di wilayahnya.

Sehingga ia menekankan bahwa kedepan DPRD Kota Bogor akan mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk meningkatkan Program Jaringan Anti Putus Sekolah (Japati).

“Tentu kami akan mendorong program yang sudah baik ini dengan harapan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah,” kata Rezky.

Rezky memberikan garansi DPRD Kota Bogor akan konsen untuk mengawal persoalan siswa putus sekolah. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan membuat program tanbahan untuk meminimalisir masalah tersebut.

“Kami di Komisi IV juga akan terus memantau perkembangan isu ini kedepannya dan menyusun program tambahan jika diperlukan agar bisa mengentaskan isu ini secepatnya,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #siswa putus sekolah #dprd