RADAR BOGOR – Di tengah derasnya arus transformasi digital global, kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi yang tangguh dan berkelanjutan menjadi kian mendesak.
EDGE DC hadir menjawab kebutuhan tersebut sebagai perusahaan penyedia layanan pusat data (data center) kelas dunia yang berbasis di Indonesia.
Fokus utama EDGE DC adalah menyediakan infrastruktur digital yang aman, efisien, dan ramah lingkungan bagi berbagai industri, mulai dari teknologi finansial, e-commerce, hingga layanan cloud dan AI.
Sebagai salah satu pelopor Green Data Center di Indonesia, EDGE DC tidak hanya mengusung efisiensi operasional tetapi juga menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas utama.
Di balik laju pertumbuhan perusahaan yang begitu pesat, terdapat kepemimpinan visioner dari Stephanus Oscar, CEO dari EDGE DC.
Dalam wawancara eksklusif bersama Mahasiswa Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB IPB), Stephanus membagikan pandangannya tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya intrapreneurial yang menjadi pondasi keberhasilan EDGE DC hingga saat ini.
Sosok yang menjadi panutan dalam kepemimpinannya adalah sang mentor, Toto Sugiri dikenal sebagai pelopor di bidang teknologi informasi dan pusat data di Indonesia.
“Beliau sangat humble, logis, dan selalu mengutamakan substansi daripada bentuk. Itu nilai yang saya pegang dalam memimpin,” ungkap Stephanus Oscar.
Mengusung gaya kepemimpinan yang berfokus pada hasil (result-oriented) namun tetap detail terhadap proses, Stephanus juga menekankan pentingnya integritas dan nalar sehat dalam pengambilan keputusan.
“Yang paling penting, semuanya harus masuk akal. It has to make sense,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pemimpin strategis, Stephanus membuka ruang seluas-luasnya bagi karyawan untuk berinovasi.
EDGE DC mendukung praktik intrapreneurship dengan mendorong karyawan untuk menciptakan solusi berdampak besar dengan biaya rendah.
Salah satu contohnya adalah penggunaan remote control dalam pekerjaan crossconnect yang berhasil mempercepat proses hingga 50%.
Menariknya, EDGE DC justru memulai kiprahnya di masa pandemi. Dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi akibat pembatasan fisik, permintaan terhadap layanan pusat data meningkat signifikan.
“Model bisnis kami terbukti relevan dan pertumbuhan kami sangat cepat dalam empat tahun terakhir karena lokasi strategis dan kecepatan eksekusi,” jelasnya.
Di bidang teknologi, EDGE DC juga tercatat sebagai yang pertama di Indonesia yang menggunakan Renewable Energy Certificate (REC) serta mengadopsi teknologi pendinginan canggih State Point Liquid Cooling (SPLC).
Kombinasi keduanya memungkinkan efisiensi energi dan penghematan air yang signifikan, sekaligus mengurangi emisi karbon secara drastis.
Perusahaan ini juga telah mengantongi sertifikasi LEED Gold dan TVRA, serta mengoperasikan sistem Building Management System (BMS) untuk pengawasan operasional secara real-time.
Seluruh upaya ini menunjukkan bahwa EDGE DC tidak hanya mengejar keunggulan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Meski begitu, Stephanus tak menutup mata terhadap tantangan. Biaya investasi yang tinggi, keterbatasan SDM teknologi hijau, dan infrastruktur energi terbarukan yang belum merata menjadi hambatan yang terus dihadapi.
Namun dengan tekad kuat dan strategi kepemimpinan yang adaptif, EDGE DC terus menegaskan diri sebagai pemimpin industri pusat data berkelanjutan di Indonesia.
“Kami ingin EDGE DC bukan hanya dikenal sebagai penyedia layanan teknologi, tapi juga sebagai tempat tumbuhnya inovasi dan kepemimpinan masa depan,” tutup Stephanus dalam wawancara bersama Mahasiswa SB IPB.
Penulis: Adnan, Cindo, Jasmine & Visya (Mahasiswa SB IPB E94)
Editor : Alpin.