RADAR BOGOR - Pelaksanaan program Market Day di SDN Kukupu 1, Kota Bogor, menuai polemik. Sejumlah wali murid SDN Kukupu 1 mengaku keberatan, lantaran pihak sekolah diduga memungut biaya.
Menurut laporan yang diterima Radar Bogor, untuk melaksanakan Market Day, wali murid di SDN Kukupu 1 harus mengeluarkan uang Rp120 ribu.
Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik Market Day SDN Kukupu 1.
Seperti kostum siswa, kemudian standing baner, dan dekorasi semacam balon.
Sejumlah wali murid tidak terima atas biaya yang mesti dikeluarkan. Ditambah pembiayaannya disebut bersifat wajib.
Mereka menilai praktek semacam ini sudah melanggar aturan yang berlaku.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rini Mulyani angkat suara.
Dia menyebut segala macam bentuk program sekolah tidak boleh ada pungutan biaya.
Namun, jika biaya itu datang dari inisiasi wali murid maka diperbolehkan. Tetapi tetap sifatnya sukarela.
Mereka yang minim pendapatan disebut Rini tidak boleh dipaksa.
“Misalnya market day orang tua ada yang mau nyumbang bahan olahan makanan, maka itu diperbolehkan. Nah mereka yang gak nyumbang jangan dipaksa, itu tidak boleh,” ujar Rini pada Radar Bogor.
Rini mengaku pihaknya pun baru mendapatkan laporan tersebut. Dia memberikan garansi bakal melakukan konfirmasi ke SDN Kukupu 1 untuk mengetahui kebenaran dari informasi yang beredar.
Sementara itu Kepala SDN Kukupu 1, Agus Sodikin membenarkan bahwa pihaknya akan melaksanakan program Market Day.
Dia menyebutkan, itu sebagai bentuk realisasi dari Project Penguatan Profil Pancasila (P5).
Waktu pelaksanan Market Day SDN Kukupu 1 sendiri berlangsung pada Selasa (27/5/2025) pagi.
Tetapi dia membantah adanya pungutan yang dilakuakan oleh pihak sekolah. Sekalipun ada biaya Agus menerangkan itu inisisasi dari wali murid di sekolahnya.
“Sekolah tidak memungut apa-apa, uang yang Rp120 ribu itu dari orang tua,” beber Agus saat dikonfirmadi oleh Radar Bogor.
Agus mengaku persoalan inipun sudah dia diskuisian dengan pengawas sekolah. Dan dia berencana akan memberikan keterangan kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor.(rp1)
Editor : Alpin.