Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rektor IPB University Arif Satria Sabet Penghargaan Kepemimpinan Inovatif di Bidang Pangan dan Gizi 2025

Dede Supriadi • Kamis, 29 Mei 2025 | 20:22 WIB
Ketua Umum Pergizi Pangan Prof. Hardinsyah, Rektor IPB University Prof. Arif Satria dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat memberikan keterangan di IPB International Convention, Kamis (29/5/2025)
Ketua Umum Pergizi Pangan Prof. Hardinsyah, Rektor IPB University Prof. Arif Satria dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat memberikan keterangan di IPB International Convention, Kamis (29/5/2025)

RADAR BOGOR - Rektor IPB University Prof Arif Satria mendapatkan penghargaan dengan dinobatkan sebagai Kepemimpinan Inovatif di Bidang Pangan dan Gizi 2025.

Adapun penghargaan yang diterima Prof Arif Satria sebagai Kepemimpinan Inovatif di Bidang Pangan dan Gizi diberikan oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan) yang berlangsung di IPB International Convention, Kamis (29/5/2025).

Ketua Umum Pergizi Pangan Prof Hardinsyah mengatakan, penghargaan kepada Prof Arif Satria lantaran dinilai berkontribusi dalam inovasi di bidang pangan dan gizi. Sebelumnya, penghargaan serupa pernah diterima Prof. F.G. Winarno yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Pangan Indonesia dan telah menerima berbagai penghargaan.

“Kami sekarang melihat banyak leader-leader yang sudah waktunya kita berikan penghargaan yang berpikir inovasi di bidang ketanan pangan dan perbaikan gizi. Kalau Rektor IPB memang dari sisi mendorong, Pak Rektor sering mendorong memotivasi,” kata Prof Hardinsyah saat ditemui di IPB International Convention.

Menurut dia, saat ini IPB University juga terus menunjukkan prestasinya salah satu yang paling menonjol adalah memiliki peringkat internasional yang cukup baik dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia, terutama di bidang pertanian dan kehutanan.

Dalam pemeringkatan QS WUR, IPB University berada di peringkat ke-49 dunia, ke-10 di Asia, dan pertama di Asia Tenggara (ASEAN) dalam bidang pertanian dan kehutanan.

Diketahui, Penghargaan Kepemimpinan Inovatif di Bidang Pangan dan Gizi ini untuk mengakui dan menghargai pemimpin yang telah menunjukkan inovasi dan kepemimpinan yang signifikan dalam sektor pangan dan gizi.

Penghargaan ini merupakan bagian dari penghargaan Peduli Gizi yang diberikan kepada berbagai individu, lembaga, dan industri yang berkontribusi pada inovasi produk, program, dan kepemimpinan di bidang pangan, gizi, dan kesehatan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Prof. Arif Satria mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan Pergizi Pangan sebagai Kepemimpinan Inovatif di Bidang Pangan dan Gizi. Menurut dia, dengan penghargaan yang diraihnya saat ini sekaligus menugaskan untuk semakin aktif dalam mendorong proses transformasi pembangunan manusia di Indonesia ini.

“Karena apa? Karena kita tahun 2045 ini sudah menjadi penilaian dan untuk itu butuh human capital yang kuat. Salah satu componen human capital yang kuat adalah dari aspek health dan juga aspek gizi,” jelasnya.

Oleh karenanya, IPB University saat ini telah menjangkau 6.675 desa di Indonesia melalui berbagai program pengabdian masyarakat dan inovasi. Program-program ini mencakup berbagai bidang seperti agromaritim, teknologi pertanian, dan inovasi sosial, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saat ini terus berusaha untuk bisa membangun masyarakat desa, dengan berbagai program kaya inovasi teknologi untuk produk-produk pangan maupun untuk inovasi sosial dan juga untuk inovasi di bidang kesehatan,” ucapnya.

“Karena IPB juga sudah punya fakultas kedokteran, punya tempat tambahin gizi masyarakat yang sangat kuat, yang punya sejarah lama dalam membangun masyarakat desa,” sambung Prof. Arif Satria.

Rektor IPB University menegaskan kolaborasi ke depan baik dengan Pergizi Pangan, Pemkot Bogor, dan berbagai provinsi yang ada di Indonesia tentunya akan selalu bergerak bersama dalam membangun kualitas manusia, untuk penyelenggaraan Indonesia.

“Mau tidak mau kolaborasi Pergizi Pangan dengan IPB, dengan Pemkot Bogot dan mitra lainnya itu menjadi penting untuk membuat bagaimana sentra-sentra yang ada di desa, sentra-sentra gizi masyarakat di desa ini menjadi terkait dengan soal MBG juga,” jelasnya.

Menurutnya, program MBG yang digagas pemerintah merupakan sebuah program yang sangat strategis, dan memiliki makna yang sangat signifikan dalam mendongkrak kualitas manusia Indonesia, yang hasilnya akan terlihat sekitar 2040-2045.

“Saya kira kita harus mempersiapkan program jangka pendek, program jangka menengah, dan program jangka panjang. Saya kira Pergizi Pangan sudah punya banyak pokok-pokok di lapangan ya, yang perlu terus untuk berkembang,” tandas Prof Arif Satria.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#arif satria #rektor ipb university #penghargaan