RADAR BOGOR - Perkembangan Teknologi digital dan informatika dan derasnya informasi yang beredar melalui sosial media, telah mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih hand phone (HP) minded, di mana tidak ada waktu tanpa HP.
Kemudahan beraktifitas usaha semakin membuka peluang bagi pemegang HP untuk melakukan aktifitas bisnis, baik produk sendiri ataupun melalui program afiliasi dengan pemilik produk atau barang di toko elektronik.
Salah satu platform media sosial yang kian menjadi sorotan adalah aplikasi TikTok.
Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Tazkia, Sutopo menjelaskan, melansir dari We Are Social & Meltwater tahun 2024 bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar di dunia, mencapai 157,6 juta pengguna aktif per Juli 2024.Indonesia mencatat GMV sebesar US$6,198 miliar, menjadikannya pasar terbesar di Asia Tenggara untuk TikTok Shop.
Melihat fenomena ini Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Tazkia berinisiatif untuk melakukan kegiatan literasi dan workshop singkat tentang Affiliate TikTok dan bagaimana menghasilkan cuan dari optimalisasi HP bagi para remaja hingga emak-emak, sehingga diam dirumah pun kini bisa menghasilkan.
Kegiatan literasi ini diselenggarakan di Majelis Taklim Mushola Nurul Islam, Kukupu, Cibadak, Tanah Sereal, Bogor, pada 29 dan 31 Mei 2025.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari emak-emak dan remaja putri antusias mengikuti materi seputar pemanfaatan aplikasi TikTok Shop.
"Sesi ini diisi melalui sharing pengalaman langsung dari mahasiswa yang sudah aktif menjadi affiliator TikTok, penjelasan mengenai TikTok affiliate hingga tips dan trik untuk mendapatkan cuan melalui TikTok affiliate," jelas Sutopo.
Selain sesi materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung membuat akun affiliate di platform TikTok, belajar teknik konten dan live, dan simulasi pembuatan konten promosi di aplikasi TikTok.
Para peserta juga mendapatkan pendampingan dari mahasiswa KPI yang bertindak sebagai mentor dalam workshop ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat.
Harapannya, kata dia, para peserta dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mengoptimalkan teknologi yang ada di genggaman mereka sehingga membuka perspektif baru dalam mendapatkan penghasilan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim