RADAR BOGOR - Pelaksanaan market day di SDN Kukupu 1 Kota Bogor sempat menuai polemik. Wali murid SDN Kukupu 1 mengeluh, karena kegiatannya mesti mengeluarkan biaya.
Berdasarkan informasi yang diterima Radar Bogor, biaya yang mesti dikeluarkan untuk Market Day SDN Kukupu 1 sebesar Rp120 ribu per siswa.
Ini dialokasikan untuk kebutuhan logistik kegiatan Market Day SDN Kukupu 1. Menanggapi informasi tersebut pihak sekolah akhirnya buka suara.
Mereka mengatakan biaya itu tidak untuk semua jenjang pendidikan, tetapi hanya satu kelas saja.
“Percisnya kelas 1B, kelas yang lain beda, dan mayoritas diantara mereka tidak ada protes,” beber Kepala SDN Kukupu 1 Bogor, Agus Sodikin.
Agus menegaskan, biaya market day itu murni hasil kesepakatan orang tua. Pihaknya tidak ikut terlibat apapun. Dan ini sudah dibicarakan dari jauh-jauh hari para wali murid.
“Itupun kata orang tua biayanya boleh dicicil tidak langsung Rp120 ribu, dan kami tidak sama sekali meminta uang kepada orang tua,” kata Agus saat ditemui Radar Bogor di sekolahnya, Senin (2/5/2025).
Disisi lain Agus juga mengatakan, biaya market day tidak bersifat wajib. Bahkan menurut pengakuannya para orang tua pun telah menyisihkan uang bagi mereka yang tidak sanggup membayarnya.
“Kemudian uang hasil penjualan anak-anak itu dikembalikan lagi kepada mereka, dan kami tidak memungutnya, itu semua murni untuk pembelajaran mereka,” ucapnya.
Market day disebut Agus merupakan bagian dari realisasi Proyek Penguatan Profil Pancasila (P5). Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha para siswa.
Agus mengatakan jangan sampai tujuan mulia market day dicedrai dengan praktek-praktek yang merugikan.
Jika ada yang keberatan pihak sekolah digaransinya akan selalu terbuka untuk berkonsultasi.
“Jadi silahkan saja datang ke kami, kami akan selalu terbuka, saya tegaskan, semenjak saya mempin tidak pernah memaksa siswa untuk membayar, karena saya tau aturan,” pungkasnya.
Sekedar informasi, market day di SDN Kukupu 1 sendiri telah berlangsung pada, Selasa (27/5/2025). Seluruh siswa dilibatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.(rp1)
Editor : Alpin.