Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soal Masuk Sekolah Mulai Jam 6 Pagi, PGRI Kota Bogor Beri Catatan Ini Buat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 4 Juni 2025 | 18:33 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai kebijakan terkait dunia pendidikan di Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai kebijakan terkait dunia pendidikan di Jabar.

RADAR BOGOR - Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi soal rencana penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB di Jawa Barat terus menuai sorotan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor, Ade Sutisna, menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut belum bisa diterapkan secara serta-merta.

Menurutnya, kebijakan yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, itu memang memiliki tujuan positif.

Namun, pelaksanaannya dinilai perlu dilakukan secara bertahap dan dengan persiapan yang matang.

“Pada dasarnya kami tidak menolak. Tapi harus ada penyesuaian. Tidak bisa langsung diterapkan karena banyak faktor di lapangan,” ujar Ade, Rabu (4/6/2025).

Ade mencontohkan kendala transportasi yang masih menjadi masalah utama. Banyak orang tua tidak memiliki kendaraan pribadi, dan tidak semua siswa tinggal dekat dengan sekolah.

“Kalau masuk jam 06.30, anak-anak bisa saja harus berangkat pukul 05.30. Ini tentu berat, apalagi bagi mereka yang tinggal di daerah pinggiran,” jelasnya.

Selain itu, penyesuaian dari sisi tenaga pendidik juga tak kalah penting. Ade mengatakan, guru pun perlu waktu untuk mengatur ulang jadwal pelajaran yang sudah berjalan.

Apalagi saat ini sebagian sekolah sedang melaksanakan ulangan akhir semester.

“Kalau bisa, kebijakan ini diberlakukan mulai tahun ajaran baru. Supaya sekolah dan semua pihak bisa menyesuaikan dari awal,” imbuhnya.

PGRI Kota Bogor juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap kebijakan tersebut. Menurut Ade, perlu ada pengukuran sejauh mana efektivitas kebijakan itu, terutama dari sisi kesiapan siswa, guru, dan orang tua.

“Evaluasi bisa dilakukan setiap tiga bulan. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah baru jika dipaksakan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mendukung tujuan dari kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut selama dijalankan dengan perencanaan yang matang.

“Yang penting ada komunikasi dengan semua pihak. Jangan sampai anak-anak jadi korban perubahan yang belum siap,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#dedi mulyadi #pgri kota bogor #gubernur jawa barat #masuk sekolah