RADAR BOGOR - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor mendukung program pembinaan karakter siswa bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yakni di barak militer.
Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendidik anak nakal di barak militer ini pun ditindak lanjuti Pemerintah Kota Bogor.
Namun, PCNU memberi catatan penting agar pelaksanaan program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ini tidak menggantikan proses hukum bagi siswa yang terlibat dalam tindak kriminal.
Ketua PCNU Kota Bogor, Edi Nurockhman, menilai pendekatan pembinaan mental melalui barak militer bisa menjadi solusi edukatif bagi siswa yang membutuhkan bimbingan khusus.
Namun ia menegaskan pentingnya keterlibatan pembimbing agama dalam program tersebut.
“PCNU Kota Bogor mendukung program pembinaan mental di barak militer bagi para siswa yang memerlukan bimbingan khusus. Tapi kami memberikan beberapa masukan,” ujar Edi dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Masukan tersebut antara lain, pertama, agar Pemkot Bogor melibatkan pembimbing agama seperti ustaz, kiai, atau tokoh agama sesuai keyakinan para siswa untuk memperkuat aspek akhlak dan spiritual dalam pembinaan.
Kedua, ia mengingatkan program ini tidak boleh menjadi pengganti sanksi hukum terhadap siswa yang terlibat kasus serius, seperti geng motor, senjata tajam, atau tindakan pidana lainnya.
“Pengiriman siswa ke barak militer bukan untuk menggantikan hukuman bagi siswa yang bermasalah serius dengan hukum,” tegasnya.
PCNU, lanjut Edi, juga menyatakan kesiapan untuk menyediakan pembimbing keagamaan jika dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Bogor.
Sebelumnya, program pengiriman siswa bermasalah ke tempat pembinaan yang mengadopsi pola semi-militer akan dimulai Juni 2025 ini.
Program ini adalah turunan dari instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mengatasi kenakalan remaja yang makin mengkhawatirkan.(uma)
Editor : Alpin.