RADAR BOGOR - Praktisi Pendidikan Dudung Nurullah Koswara menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi khususnya pada pelaksanaan SPMB 2025.
Dudung menyebut ada tiga hal yang sakral dalam layanan dunia pendidikan.
Pertama bagaimana integritas sekolah melayani masyarakat dalam SPMB, kedua bagaimana kualitas sekolah melayani proses pembelajaran, dan ketiga bagaimana mutu lulusan dari sekolahan.
"Dari ketiga hal yang sakral di atas, SPMB selalu menjadi hal paling menarik, hangat, pro kontra bahkan demo pun selalu terjadi, demo ditujukan pada sekolah, disdik dan pemerintah. Identik tiap tahun terjadi," ujar Dudung.
Ia menilai SPMB tahun ini cukup menarik.
"Mengapa menarik? Jauh jauh hari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan pernyataan sekaligus merupakan aturan. Bahasa pemimpin adalah bahasa substansi dari aturan yang akan dan harus ditegakan,"jelas Dudung.
Gubernur Jabar yang juga disapa KDM itu menyatakan jangan ada kepala sekolah yang terlibat atau memfasilitasi titipan karena tekanan atau takut akan diberi sanksi.
"Sebagai warga Jawa Barat, semua pihak wajib mengikuti apa yang menjadi anjuran Gubernur Jawa Barat, hal ini merupakan suara kebatinan rakyat Jawa Barat, mari wujudkan SPMB bersih, berkualitas, berintegritas," ungkapnya.
Editor : Eka Rahmawati