Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sekolah Vokasi IPB University Siapkan Prodi Magister Terapan Agribisnis, Jawab Atas Tantangan Industri Berkelanjutan

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 13 Juni 2025 | 13:20 WIB
Focus Group Discussion (FGD) Tahap 2 Sekolah Vokasi IPB University untuk menyusun prodi baru.
Focus Group Discussion (FGD) Tahap 2 Sekolah Vokasi IPB University untuk menyusun prodi baru.

RADAR BOGOR – Sekolah Vokasi IPB University tengah menyiapkan Program Studi Magister Terapan Manajemen Agribisnis Berkelanjutan.

Program Studi Magister di Sekolah Vokasi IPB University ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri di tengah tantangan keberlanjutan dan transformasi digital.

Langkah Sekolah Vokasi IPB University ini ditandai melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Tahap 2, yang digelar Kamis (12/6/2025) di IPB International Convention Center (ICC).

Kegiatan tersebut melibatkan akademisi, pelaku industri, serta lembaga internasional dalam proses penyusunan naskah akademik program studi.

Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Aceng Hidayat mengatakan, pendirian program magister ini menjadi bentuk komitmen IPB.

Mereka ingin mencetak lulusan yang tidak hanya andal secara teknis di bidang bisnis pertanian, namun juga memiliki wawasan keberlanjutan.

"Kami ingin menghasilkan lulusan yang mampu membaca arah industri sekaligus menjaga prinsip-prinsip keberlanjutan. Ini menjadi pembeda dari prodi lainnya," ujarnya.

Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik, Doni Sahat Tua Manalu, menyampaikan program ini akan mengusung pendekatan riset terapan berbasis kolaborasi dengan industri.

Program ini tidak hanya menjawab tantangan zaman, tetapi juga menciptakan peluang untuk membangun masa depan.

"Prodi ini disusun untuk menciptakan peluang yang lebih baik bagi petani, pengusaha, konsumen, dan lingkungan," jelasnya.

Ia menambahkan, FGD menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari sektor industri dan lembaga internasional.

Beberapa di antaranya Prof. Dr. Akhmad Fauzi (Guru Besar IPB), Dr. Haskarlianus Pasang (PT SMART Tbk), Aryo Gustomo (RSPO), serta tokoh lainnya.

"IPB berharap mencetak lulusan yang menjadi penggerak transformasi agribisnis masa depan yang unggul, beretika, dan adaptif terhadap tantangan zaman," sambungnya.

Prof. Akhmad Fauzi menekankan pentingnya pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam desain kurikulum.

Menurutnya, pendidikan terapan harus mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan lintas disiplin.

"Mahasiswa harus berpikir sistemik, serta memiliki kompetensi teknis dan sosial yang kuat," ujarnya.

Sementara itu, Dr. Haskarlianus menyoroti kebutuhan dunia industri terhadap SDM yang paham teknologi, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menguasai isu-isu keberlanjutan.

"Kurikulum harus dirancang dari kebutuhan dunia usaha, bukan hanya dari sisi akademik. Pendekatan start from the end penting agar lulusan siap kerja," ungkapnya.

Aryo Gustomo dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menilai, pasar global semakin menuntut sertifikasi dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan, khususnya di sektor sawit.

Ia juga mendorong agar lulusan program ini dibekali kemampuan menjadi auditor sertifikasi atau pengelola sistem rantai pasok berkelanjutan.

"Pemahaman atas isu AMDAL, sertifikasi, dan konflik sosial harus menjadi bagian dari kompetensi lulusan," katanya.

FGD juga menghadirkan paparan dari AA Gede Agung Wedhatama dari Bali Organik Subak dan Freddy Firmansyah dari Bank Indonesia.

Wedhatama menekankan pentingnya pertanian skala kecil yang mengintegrasikan digitalisasi, budaya lokal, dan orientasi ekspor.

"Mahasiswa magister terapan harus mampu merancang model bisnis desa yang relevan dan berdampak langsung kepada petani," ucapnya.

Sementara Freddy Firmansyah menyoroti arah global yang mengarah ke transformasi ekonomi hijau.

Ia menilai lulusan Program Studi Magister Terapan Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University ini harus mampu menciptakan solusi agribisnis berbasis ekonomi sirkular.

"Termasuk pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Generasi muda perlu disiapkan untuk masuk ke dalam green jobs yang makin tumbuh di masa depan," tandasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Sekolah Vokasi IPB University #magister #program studi