RADAR BOGOR – TK Akbar menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai lokus verifikasi dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) di Kota Bogor. Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan inklusif dan perlindungan anak, sekolah ini mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak.
Deklarasi dilakukan di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (22/6/2025), dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
“Pada dasarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor selalu mendukung kegiatan yang positif. Bentuk dukungan seperti apa pun terus coba kita tumbuhkembangkan,” ujar Jenal Mutaqin dalam sambutannya.
Ia menegaskan dukungan penuh akan terus diberikan apalagi kepada sekolah-sekolah yang telah mencatatkan berbagai prestasi dan berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak-anak.
Kepala TK Akbar Dian Nurlina, menyampaikan sekolahnya menjadi salah satu dari sebelas lokus yang akan diverifikasi tim penilai KLA. Ia menyebut, pada tahun 2023 lalu TK Akbar pernah mendapat nilai tertinggi dalam penilaian Sekolah Ramah Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
“Salah satu indikatornya adalah bentuk deklarasi Sekolah Ramah Anak yang hari ini kita laksanakan bersama. Ini menjadi komitmen bersama keluarga besar TK Akbar,” ujar Dian.
Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh perwakilan Pemkot, perangkat dinas terkait, aparat kewilayahan, hingga orang tua dan siswa-siswi TK Akbar. Acara ini menjadi simbol nyata kolaborasi berbagai elemen dalam mewujudkan pendidikan yang melindungi dan memberdayakan anak-anak sejak usia dini.
Program Sekolah Ramah Anak sendiri merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Kota Layak Anak. Ini mencakup pemenuhan hak-hak anak dalam pendidikan, perlindungan dari kekerasan, serta partisipasi aktif anak dalam kehidupan sekolah.
“Harapannya, semangat ini bisa menular ke sekolah lain, sehingga iklim pendidikan ramah anak benar-benar menjadi budaya di Kota Bogor,” pungkas Dian.(uma)
Editor : Eka Rahmawati