Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Temu Penulis, Upaya Perpustakaan SMA Plus YPHB Bogor Tanamkan Cinta Literasi Lewat Bedah Buku

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 16 Juni 2025 | 17:32 WIB
Sesi talk show Temu Penulis yang diinisiasi SMK YPHB Kota Bogor.
Sesi talk show Temu Penulis yang diinisiasi SMK YPHB Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Upaya menumbuhkan minat baca dan semangat menulis di kalangan pelajar terus digencarkan SMA Plus YPHB Bogor lewat kegiatan Temu Penulis, yang digelar pada Senin (16/6/2025).

Program tahunan SMA Plus YPHB Bogor ini tak sekadar menghadirkan penulis untuk berbagi cerita, tetapi juga menjadi ruang motivasi agar siswa lebih akrab dengan dunia literasi.

Kepala Perpustakaan SMA Plus YPHB, Tri Suharnowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya baca dan tulis di kalangan pelajar.

Menurutnya, menghadirkan penulis dan membedah karya yang telah diterbitkan dan bahkan difilmkan, menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.

“Kami percaya bahwa karya-karya seperti novel yang sudah difilmkan bisa menjadi daya tarik bagi siswa agar mau membaca. Selain itu, kami juga ingin memotivasi mereka untuk mulai menulis,” ujarnya.

Tri tak menampik bahwa kemampuan menulis siswa saat ini masih tergolong terbatas.

Namun, dengan motivasi dan pendampingan yang tepat, ia yakin siswa bisa menghasilkan karya yang bermakna.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya menulis hal-hal kecil, tapi juga termotivasi untuk menghasilkan karya seperti puisi, cerpen, bahkan novel. Ini sudah pernah dilakukan oleh siswa-siswa kami sebelumnya,” tambahnya.

Peserta kegiatan kali ini berasal dari siswa kelas 10 dan 11, mengingat siswa kelas 12 telah lulus.

Tri juga menekankan pentingnya menulis sebagai proses pengembangan diri.

“Proses menulis melatih dua keterampilan penting, yaitu keterampilan menuliskan gagasan dan memahami apa yang mereka tulis. Jika tulisan mereka bermanfaat, maka karya itu tidak hanya berharga bagi diri mereka, tapi juga bagi orang lain,” ucapnya.

Ke depan, pihak sekolah bahkan berencana mengembangkan program ini menjadi pelatihan menulis novel, bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bogor serta Penerbit Obor.

“Tahun ini Dinas membuka pelatihan menulis untuk siswa SD, dan insya Allah tahun depan akan menyasar siswa SMA. Kalau anak SD saja bisa menerbitkan buku, kami optimistis anak SMA pun bisa,” katanya.

Dalam sesi temu penulis kali ini, hadir pula William Ndut, penulis yang membagikan pengalamannya menulis buku dan memberikan sejumlah kiat menulis untuk pemula.

Menurut William, menulis bukanlah proses yang rumit jika dilihat sebagai tahapan-tahapan kecil.

Baginya aktifitas ini bisa dimulai dari hal hal yang sederhana.

“Kita nggak perlu melihat satu buku sebagai sesuatu yang kompleks. Kalau bukunya 15 bab, ya kita pikir saja sedang menulis 15 artikel,” tuturnya.

Ia juga membagikan teknik sederhana dalam menggali ide menulis melalui panca indera.

“Misalnya botol jatuh. Kita bisa tulis dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Itu semua bisa jadi bahan tulisan. Hal-hal sederhana bisa kita romantisasi dalam tulisan.”

William juga menggaris bawahi pentingnya membaca untuk memperkaya kosa kata. Baginya ini menjadi modal dasar untuk bisa membuat karya tulis yang menarik.

“Kita nggak akan bisa mengeluarkan kata-kata yang tepat kalau nggak tahu artinya. Bahasa Indonesia itu punya banyak cara untuk menggambarkan satu aktivitas,” ujarnya.

Melalui kegiatan Temu Penulis ini, SMA Plus YPHB tak hanya membangun budaya literasi, tapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan menjadikan tulisan sebagai bentuk kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.(rp1)

Editor : Alpin.
#bedah buku #minat membaca #SMK YPHB #SMA Plus YPHB Bogor