RADAR BOGOR - Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bogor diwarnai keluhan masyarakat. Terutama pada seleksi yang mempertimbangkan jarak calon pendaftar dengan sekolah tujuan yakni jalur domisili.
Berdasarkan laporan yang diterima Radar Bogor, terdapat sejumlah keluhan yang terjadi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Misalnya pada jenjang SMA, ada pendaftar yang diduga menentukan titik koordinat yang tidak sesuai dengan alamat dan melakukan praktik pindah Kartu Keluarga.
Seorang warga berinisial M menyebut hal itu dilakukan rekannya sendiri.
"Pendaftar menitikkan koordinatnya tidak sesuai (alamat) dan pemindahan KK, ada teman saya juga yang seperti itu. Rumahnya di Kabupaten Bogor tetapi dia masuk tahap satu SMA di Kota Bogor sedangkan saya yang lebih dekat tersingkir," ujarnya.
Ia berharap pihak sekolah melakukan verifikasi lapangan saat memasuki tahap daftar ulang. Untuk memastikan bahwa calon siswa baru benar-benar bertempat tinggal di titik koordinat yang ditentukan.
Analis Kebijakan Ahli Muda Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Irman Khaeruman memastikan para pendaftar mesti menentukan titik koordinat sesuai dengan alamat di KK-nya.
Sebab jika hal tersebut tidak dilakukan (titik koordinat tidak sesuai KK) maka pihak verifikator dari sekolah akan memberikan notifikasi peringatan
"Titik koordinat akan disesuaikan dengan alamat pada KK. Kalau tidak sesuai akan ada bintang merah dan tidak akan bisa daftar," jelasnya.
Titik yang tidak sesuai mesti diperbaiki oleh pendaftar dan akan kembali diperiksa oleh verifikator sampai titik yang diberikan sesuai dengan alamat KK.
Hal serupa juga dinyatakan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Elyis Sontikasyah. Ia mengatakan pendaftar tidak bisa menentukan titik koordinat jika tidak sesuai alamat pada KK.
"Kalau ada error atau tidak sesuai KK akan ada notifikasi merah. Pihak verifikator dari sekolah punya basic data titik KK yang dimaksud," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Jumat, 20 Juni 2025.
Irman mengamini jika proses verifikasi hanya berada pada proses pencocokan antara titik koordinat dengan alamat yang tercantum pada KK. Verifikasi tidak dilakukan secara real ke lapangan ke alamat KK yang didaftarkan karena jumlah pendaftar yang sangat banyak.
"Pada tahun ini pendaftar SPMB di Kota Bogor ada 13 ribu orang. Kemudian kuota daya tampungnya 6.000 ribu. Sangat banyak," ucap Elyis.
Meski begitu, ia berharap skema verifikasi melalui pencocokan KK dan pemberian notifikasi apabila adanya titik koordinat yang tidak sesuai bisa mencegah kecurangan dalam pelaksanaan SPMB.(Fat)
Editor : Eka Rahmawati