RADAR BOGOR—Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah membuka Program Sarjana (S1) dalam Sains Data atau Data Science pada semester mendatang.
Program S1 Institut Teknologi PLN ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri terhadap pengelolaan data skala besar dalam berbagai industri, seperti keuangan digital, ketenagalistrikan, dan e-commerce.
Iwa Garniwa, Rektor Institut Teknologi PLN, menyatakan bahwa data sekarang lebih dari sekadar pelengkap.
Melainkan dasar kemajuan di berbagai bidang. Akibatnya, semua pihak harus menjawab salah satu tantangan di era komputer dan internet ini.
Program ini (prodi data science, red) bertujuan untuk mengatasi tantangan yang timbul dari era digital yang menjadikan data sebagai aset strategis.
"Kami menghadirkan program studi ini dengan pendekatan yang benar-benar berbasis praktik," kata Iwa dalam keterangannya Jumat, 20 Juni 2025.
Menurut Iwa, siswa dapat belajar memecahkan masalah dalam dunia nyata melalui ekosistem ini.
Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk sektor energi, tetapi juga menjadi talenta data yang bisa bersaing di fintech, kesehatan, hingga e-commerce. "Kami ingin mencetak talenta kelas dunia yang adaptif dan kompetitif," tuturnya.
Suroso Isnandar, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PLN, menyatakan bahwa PLN membutuhkan tenaga ahli data untuk memproyeksikan arah pertumbuhan beban listrik di berbagai wilayah, termasuk permintaan khusus dari pusat data.
Suroso memperkirakan bahwa migrasi hampir 75 data center ke Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menyebabkan peningkatan kebutuhan tenaga kerja di bidang data center.
Oleh karena itu, setelah lulus dari program studi ini, diharapkan lulusan dapat langsung memenuhi kebutuhan pasar.
Rencananya, program studi baru ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025–2026 pada bulan September.
Program Sarjana Sains Data Institut Teknologi PLN ini adalah satu-satunya di Indonesia yang menggunakan ilmu data sains untuk sektor ketenagalistrikan. (***)
Editor : Yosep Awaludin