RADAR BOGOR—Dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia, bidang kedokteran masih menjadi prioritas utama.
Meskipun kampus negeri sering menjadi pilihan utama, banyak kampus kedokteran swasta juga memiliki kualitas riset yang luar biasa.
Hal ini ditunjukkan oleh peringkat terbaru Edurank 2025, yang menilai kualitas kampus kedokteran swasta berdasarkan jumlah kutipan ilmiah dan publikasi akademik di bidang kedokteran.
Menurut ranking Edurank 2025, inilah daftar kampus swasta terbaik di bidang kedokteran di 75 kampus di Indonesia, dengan menggunakan lebih dari 1,85 juta kutipan dari 390 ribu makalah akademis.
1. Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang
Didirikan pada 1994, memiliki peringkat 613 di Asia dan 1.720 di seluruh dunia. Tingkat penerimaan adalah 20%.
Menurut Edurank, UPH menempati posisi teratas di antara kampus swasta di Indonesia untuk bidang kedokteran.
Dengan fasilitas modern dan pendekatan pendidikan berbasis nilai, UPH terus menunjukkan kualitas riset yang kuat di bidang kesehatan.
2. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bantul
Didirikan pada tahun 1981, UMY Bantul memiliki peringkat 716 di Asia dan 1.961 di seluruh dunia, dengan tingkat penerimaan 38%.
UMY, sebagian dari jaringan besar Muhammadiyah, memiliki reputasi yang terus tumbuh dalam bidang kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat. Fokusnya pada pengabdian masyarakat membuat UMY unggul dalam riset aplikatif.
3. Universitas Tarumanagara Jakarta Barat
Didirikan pada 1959, memiliki peringkat 727 di Asia dan 1.983 di seluruh dunia. Salah satu kampus swasta tertua memiliki fakultas kedokteran yang terkenal. Banyak publikasi ilmiah di bidang medis dan biomedik telah dibuat oleh kamus ini.
4. Universitas Trisakti Jakarta
Didirikan pada tahun 1965, ini memiliki peringkat 738 di Asia dan tingkat penerimaan 65%. Trisakti masih menjadi pilihan utama bagi calon dokter di Indonesia karena memiliki jaringan rumah sakit pendidikan yang luas dan mampu mengimbangi praktik klinik dan riset.
5. Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta
Didirikan pada tahun 1981, Universitas Bina Nusantara (Binus) memiliki peringkat 870 di Asia dan 2.240 di seluruh dunia, dengan tingkat penerimaan 75%.
Meskipun lebih terkenal dalam bidang bisnis dan teknologi, Binus berhasil masuk dalam daftar karena riset interdisiplinernya tentang kesehatan dan bioinformatika, yang semakin relevan dalam studi kedokteran kontemporer.
6. Universitas Telkom Bandung
Didirikan pada tahun 2013, Universitas Telkom memiliki peringkat 929 di Asia dan 2.378 di seluruh dunia. Tingkat penerimaan adalah 10%.
Universitas Telkom dikenal karena menjadi inovatif dan progresif. Kampus ini mulai berkiprah dalam riset kesehatan digital, teknologi medis, dan rekayasa biomedis, meskipun baru berdiri sepuluh tahun. Hal ini menambah nilai kedokteran.
7. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Didirikan pada tahun 1960, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya memiliki peringkat 979 di Asia dan 2.497 di seluruh dunia. Tingkat penerimaan adalah 30%.
Fakultas Kedokteran Atma Jaya terkenal melakukan riset komunitas dan penyakit tropis, dan sering bekerja sama dengan lembaga kesehatan nasional dan internasional. (***)