RADAR BOGOR - Bagi Zaskia Zahra, yang kini tercatat sebagai siswi SMAN 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, ini mimpi tak pernah mengenal batas.
Siswi SMAN 1 Leuwiliang ini membuktikan bahwa dengan ketekunan dan tekad yang kuat, dia bisa menembus kampus top dunia, University of Toronto, lewat Beasiswa Garuda.
Ayah siswi SMAN 1 Leuwiliang ini sehari-hari menyetir mobil antar-jemput karyawan dari Bogor ke Jakarta. Sang ibu di rumah mengurus keluarga.
Dari keluarga sederhana inilah Zaskia lahir dan tumbuh dengan mimpi besar serta semangat belajar yang tak pernah padam.
Tak seperti kebanyakan siswa yang mengikuti les dan bimbel, Zaskia lebih memilih belajar sendiri.
Ia rajin menggali informasi dari internet, belajar bahasa secara otodidak, dan tak segan bertanya pada guru atau siapa saja yang bisa membantunya memahami pelajaran.
“Saya enggak ikut kursus apa-apa, kecuali bahasa, itu pun belajar sendiri,” ujar Zaskia
Kegigihannya tak sia-sia, hingga akhirnya namanya tercatat sebagai calon mahasiswa Teknik Elektro di kampus terbaik Kanada, yakni University of Toronto.
Bukan sekadar ingin kuliah di luar negeri, Zaskia punya cita-cita besar menjadi teknisi semikonduktor dan membangun industri ini di Indonesia.
Baginya, negara Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya. Hal inilah yang membuatnya semakin mantap untuk mengembangkan teknik semikonduktor di tanah kelahirannya.
“Saya ingin Indonesia bisa mengembangkan industri semikonduktor sendiri. Saya ingin mulai dari diri saya, dan ajak teman-teman lintas jurusan buat kerja bareng,” ucapnya
Berangkat ke negeri orang, jauh dari keluarga, tentu bukan hal gampang bagi gadis yang belum pernah tinggal jauh dari rumah.
Tapi dukungan keluarga dan semangat untuk menuntut ilmu, jadi alasan terbesar siswi SMAN 1 Leuwiliang ini untuk berani melangkah kuliah di University of Toronto.(rp1)
Editor : Alpin.