RADAR BOGOR - Dua lembaga pendidikan di Kota Bogor, Yayasan Dian Al-Mustarih dan Yayasan Al-Mustarih, menjalin kerja sama strategis dengan Caldera Indonesia.
Kedua lembaga pendidikan itu menggelar program penguatan tenaga pendidik berbasis Strength Potential dan Artificial Intelligence (AI) pada Kamis 26 Juni 2025.
Program dari dua lembaga pendidikan ini dikemas dalam kegiatan bertajuk 'Pendidik Hebat Dimulai dari Diri Sendiri, Kenali Potensi, Ambil Peran, Bimbing Siswa Sesuai Bakatnya'.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Baru SMK Dian Al-Mustarih itu, sebanyak 40 tenaga pendidik dari kedua yayasan mengikuti seminar inspiratif, Strength Potential Test Level 2 (SPT2).
Seminar untuk membangun awareness dan sesi coaching reflektif untuk memahami potensi dan kekuatan personal mereka sebagai pendidik masa depan.
Pembina Yayasan, Dian Pintaningdyah, menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus meningkatkan kualitas SDM guru.
“jadi, kami ingin para guru tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tapi menjadi mentor yang sadar akan kekuatan dirinya sendiri. Seminar, tes dan coaching ini membantu membuka peta itu," katanya kepada Radar Bogor.
Sementara itu, CEO Caldera Indonesia, Yudi Cahyadipura, menambahkan, tantangan pendidikan di era saat ini membutuhkan percepatan adaptasi.
Menurutnya, kompetensi seseorang harus segera menyesuaikan dengan perkembangan zaman. "Kalau tidak, seluruh sistem pendidikan bisa tertinggal jauh," tuturnya.
Sementara itu, COO Caldera, Boyke Nurhidayat, menyebut, Kota Bogor mencatat sejarah baru melalui kerja sama ini.
Kata dia, dua lembaga pendidikan yakni Yayasan Dian Al-Mustarih dan Yayasan Al-Mustarih adalah mitra pertama di Kota Bogor. "Padahal Caldera sudah menjangkau 9 provinsi dan 15 kota," tuturnya.
Adapun dalam Seminar tersebut turut hadir Ade Sarip Hidayat, tokoh pendidikan Kota Bogor dan Ketua BMPS. menyampaikan dukungan dan apresiasinya:
“Saya sangat mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Sekolah dan yayasan yang berani bertransformasi akan menjadi pilar pendidikan masa depan. Perubahan selalu dimulai dari guru yang memahami dirinya," kata Ade Sarif kepada Radar Bogor.
Program ini ditutup dengan penyusunan executive summary berisi analisis kekuatan tim guru dan rekomendasi pembinaan strategis bagi kedua yayasan. (faj)
Editor : Yosep Awaludin