RADAR BOGOR - Kabar gembira bagi lulusan SMA/MA sederajat yang bercita-cita menjadi abdi negara di bidang pemerintahan!
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) resmi membuka pendaftaran penerimaan calon praja tahun 2025.
Seleksi ini merupakan bagian dari rekrutmen sekolah kedinasan nasional yang difasilitasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui portal terpusat di https://dikdin.bkn.go.id.
IPDN, sebagai sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri, kembali membuka kuota yang cukup besar, yakni sebanyak 1.061 formasi, menjadikannya salah satu sekolah kedinasan dengan penerimaan terbanyak tahun ini.
Pendaftaran calon praja IPDN 2025 dijadwalkan berlangsung mulai 29 Juni hingga 18 Juli 2025.
Seluruh proses seleksi dimulai dari registrasi, verifikasi dokumen, hingga pengumuman hasil akhir dilakukan secara online dan transparan.
Tahapan seleksi terbagi ke dalam beberapa proses, dimulai dari verifikasi administrasi, pembayaran PNBP untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pelaksanaan SKD, hingga serangkaian tes lanjutan yang mencakup psikotes, kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara.
Untuk dapat mengikuti seleksi IPDN, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan umum dan administratif.
Pendaftar wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada tanggal 1 Januari 2025.
Selain itu, tinggi badan juga menjadi syarat penting, yakni minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.
Persyaratan akademik juga cukup ketat, seperti nilai rata-rata ijazah SMA/MA minimal 73, sedangkan untuk pendaftar asal Papua nilai minimal ditetapkan 65.
IPDN juga mensyaratkan skor TOEFL minimal 400 atau skor IELTS minimal 5.0, namun syarat ini dikecualikan untuk provinsi Papua.
Dokumen yang perlu disiapkan pendaftar antara lain adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) untuk lulusan tahun berjalan, pas foto formal terbaru, nilai rapor, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS).
Semua dokumen harus diunggah melalui akun SSCASN masing-masing peserta, yang dibuat di portal resmi.
Pendaftar diminta memastikan bahwa seluruh data dan dokumen yang diunggah valid dan sesuai ketentuan, karena kesalahan dalam tahap ini dapat menyebabkan gugurnya peserta secara administratif.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menjadi tahap krusial yang akan dilaksanakan pada rentang waktu 11–26 Agustus 2025, diikuti oleh pengumuman hasilnya pada akhir Agustus.
SKD akan menguji tiga aspek utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Peserta yang lolos SKD akan melanjutkan ke tahapan berikutnya seperti tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, dan wawancara pada bulan September.
Hasil akhir seleksi IPDN akan diumumkan pada pertengahan hingga akhir September 2025.
Menjadi praja IPDN bukan hanya sekadar berkuliah di lembaga pemerintahan, melainkan juga merupakan proses pendidikan karakter dan kepemimpinan.
Selama masa pendidikan, para praja akan mendapatkan fasilitas pendidikan dan pelatihan secara gratis, serta memperoleh tunjangan dari pemerintah.
Setelah lulus, mereka akan langsung diangkat menjadi CPNS di lingkungan Kementerian Dalam Negeri atau pemerintahan daerah dengan golongan II/c untuk lulusan D3 atau golongan III/a untuk lulusan sarjana terapan.
Gaji pokok yang diterima pun cukup menjanjikan, berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta, tergantung golongan dan daerah penempatan.
Karena proses seleksi yang ketat dan persaingan yang tinggi, para calon peserta disarankan untuk mempersiapkan diri dengan matang.
Persiapan tidak hanya sebatas kemampuan akademik, tetapi juga fisik dan mental.
Pelatihan fisik rutin sangat disarankan, mengingat adanya tes kesamaptaan, sementara pembekalan materi TWK, TIU, dan TKP juga perlu dilakukan sejak dini agar dapat mengerjakan SKD dengan maksimal.
Kejujuran dan integritas menjadi nilai utama yang akan dinilai dalam seluruh proses seleksi.
Dengan dibukanya penerimaan calon praja IPDN 2025 ini, diharapkan muncul generasi muda yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur birokrasi pemerintahan.
Bagi kamu yang tertarik, segera lengkapi persyaratan, pantau situs resmi BKN dan IPDN, serta jangan lewatkan tahapan penting yang sudah dijadwalkan.
Masa depan sebagai abdi negara kini terbuka lebar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim